Pengusaha Karet Kalselteng Khawatir Investor Asing Matikan Usaha Lokal

Kebijakan pemerintah yang membuka keran investor asing 100 persen untuk industri karet remah (crumb rubber) bakal mengancam kelangsungan industri

Pengusaha Karet Kalselteng Khawatir Investor Asing Matikan Usaha Lokal
net
(Ilustrasi) Pabrik karet 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kebijakan pemerintah yang membuka keran investor asing 100 persen untuk industri karet remah (crumb rubber) bakal mengancam kelangsungan industri dalam negeri.

"Kebijakan itu jelas akan mematikan industri crumb rubber yang ada. Industri yang ada saja sudah ngos-ngosan untuk dapat bertahan," kata Ketua Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Kalselteng, Andreas Winata, Sabtu (13/2).

Pabrik crumb rubber yang ada saat ini kondisinya 'sakit'. Kalau investor asing masuk, bagaimana industri yang ada dapat bersaing.

Untuk itulah, Gapkindo Kalselteng menentang kebijakan paket X terkait masuknya investor asing di industri crumb rubber.

banjarmasinpost.co.id/sudarti
Beberapa pekerja di PT Insan Bonafide Banjarmasin sedang melakukan olah produksi crumb rubber, Sabtu (13/2/2016).

Saat ini saja kapasitas industri yang terpasang melebihi kapasitas produksi bahan olah karet (bokar).

Dari 14 perusahaan anggota Gapkindo Kalselteng, kapasitas produksinya 484.000 ton/ tahun dan yang di luar anggota Gapkindo 77.000 ton.
Sementara produksi karetnya 454.472 ton, sehingga tak optimal produksinya.

Dengan kekurangan bahan baku tersebut, sejumlah industri mulai mengurangi jam operasional dan merumahkan karyawan.

Bahkan, ada pabrik yang mulai 'mati suri'.

Halaman
12
Penulis: Sudarti
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved