Arisan, Tukar Kado, Pengajian Hingga Dress Code Ala Valentine, Jadi Gaya Ibu Muda Banjarbaru

Bedanya untuk seru-seruan mereka mengenakan dress code. "Saat ini kita pakai tema dress code pink karena suasananya kan Valentine"

Arisan, Tukar Kado, Pengajian Hingga Dress Code Ala Valentine, Jadi Gaya Ibu Muda Banjarbaru
banjarmasinpost.co.id/irfani rahman
Baginilah kalau ibu-ibu muda Banjarbaru bertemua. 

BANJARMASIN - SALING Sapa dan cipika-cipiki terlihat kala ibu-ibu muda ini bertemu di sebuah rumah makan di Kota Banjarbaru, kemarin. Suasana yang awalnya sunyi pun menjadi ramai. Maklumlah jika para ibu-ibu yang juga bersabahat ini ketemu dan saling bercanda tawa.

Pembicaraan ibu-ibu muda warga Banjarbaru ini pun mengalir begitu saja dan terkesan sangat santai. Tawa renyah, canda dan terkadang saling bahas topik tertentu pun terdengar. Uniknya lagi para ibu-ibu ini mengenakan baju yang hampir sama warnanya yakni pink.

Rupanya masih dalam nuansa valentine dan mereka pun sepakat menggunakan pakaian dengan deress code pink. Seolah tak kalah dengan para ABG, para ibu muda ini tambah ramai berbicara beragam topik.

Satu ibu muda Shara Ghanitry menuturkan mereka kumpul-kumpul ini satu bulan sekali dan dikemas dalan acara arisan.

"Acara arisan aja, namanya ngak ada cuma kita rutin kumpul satu bulan sekali sekaligus silaturahmi. Kali ini di rumah makan aja," papar mantan model ini

Tak hanya di rumah makan terkadang arisan dilakukan di rumah dan tergantung yang sedang menjadi tuan rumah.

Bedanya untuk seru-seruan mereka mengenakan dress code. "Saat ini kita pakai tema dress code pink karena suasananya kan Valentine," ucap ibu dua anak ini dengan senyum.

Untuk meramaikan acara mereka pun sambil tuker-tukeran kado antar sesama dan untuk nilai kado pun tak terlalu mereka permasalahan namun untuk seru-seruan. Tak hanya ngobrol, ngegosip mereka pun punya atau berkegiatan sosial dan keagamaan.

Untuk kegiatan sosial mereka biasanya urunan baik uang dan barang-barang seperti baju untuk disalurkan kepada panti-panti yang ada.

"Memang nilainya tak seberapa tapi kita bisa saling berbagi ke sesama saudara kita yang kurang beruntung," paparnya kadang mereka juga memberikan makanan dan sembako..

Selain kegiatan sosial, sesekali mereka juga mengadakan acara pengajian dan tausiyah oleh para ustazah. Hal ini sebagai sarana menambah ilmu agama dan bukan sekedar bertemu tanpa mendapatkan masukan ilmu agama.

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help