Waduh! Gara-gara Dipakai Berebut untuk Selfie, Lumba-lumba Langka Mati Kepanasan

Seekor lumba-lumba kecil harus tewas setelah diangkat dari laut dan dioper oleh sekelompok pengunjung pantai yang ingin berfoto bersama mamalia itu.

Waduh! Gara-gara Dipakai Berebut untuk Selfie, Lumba-lumba Langka Mati Kepanasan
Sky News
Lumba-lumba tewas gara-gara selfie 

BANJARMASINPOST.CO.ID, ARGENTINA - Aksi berfoto narsis alias 'selfie' kembali menelan korban, kali ini seekor lumba-lumba langka yang menjadi korbannya.

Seekor lumba-lumba kecil harus tewas setelah diangkat dari laut dan dioper oleh sekelompok pengunjung pantai yang ingin berfoto bersama mamalia itu.

Semua berawal dari penemuan dua ekor lumba-lumba jenis langka, Fransiscana, di perairan dekat Pantai Santa Teresita, Buenos Aires, Argentina.

Para wisatawan yang melihat keduanya lalu menggotong seekor dari dua lumba-lumba itu dari air, lalu dioper dan diangkat layaknya piala yang membanggakan.

Namun, dikatakan Sky News, belum lama menjauh dari air dan dipegang, hewan air itu terkontaminasi panas berlebih dan mati.

Bahkan setelah mati, lumba-lumba tersebut masih saja dioper ke tangan pengunjung lainnya, yang kemudian berakhir digeletakkan begitu saja di pasir pantai.

Peristiwa tersebut membuat organisasi perlindungan satwa Argentine Wildlife Foundation mengeluarkan peringatan terkait insiden tersebut.

Dalam peringatannya, organisasi tersebut mengingatkan masyarakat soal rentannya nyawa lumba-lumba jika di bawa keluar air.

"Lumba-lumba Fransiscana seperti lumba-lumba spesies lainnya, tak bisa bertahan lama di luar air," kata organisasi itu dalam pernyataannya.

"Mereka memiliki kulit lemak tebal yang menghangatkan tubuhnya, sehingga mengangkatnya dari air akan menyebabkan hewan itu dehidrasi dan mati."

"Kami memperingatkan agar masyarakat harus mengembalikan lumba-lumba ke air laut secepat mungkin, jika mereka menemukannya di pantai."

Organisasi tersebut menyebutkan lumba-lumba jenis itu penting untuk dilindungi, sebab spesies itu termasuk yang paling langka di dunia dan saat ini hanya tersisa 30 ribu ekor di alam liar. (The Independent/Sky News)

Editor: Didik Trio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved