Donald Trump 'Ngamuk' Disebut Paus Fransiskus Bukan Kristen

Kandidat Calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik Donald Trump langsung berkomentar sengit begitu mendengar kritik yang dilontarkan Paus

Donald Trump 'Ngamuk' Disebut Paus Fransiskus Bukan Kristen
Reuters/Aaron P. Bernstein
Donald Trump berbicara di Acara Kaum Veteran di Des Moines, Iowa, 28 Januari 2016. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, CAROLINA SELATAN - Kandidat Calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik Donald Trump langsung berkomentar sengit begitu mendengar kritik yang dilontarkan Paus Fransiskus kepada dirinya.

Dalam kesempatan kampanye di Carolina Selatan, Trump mengecam pernyataan pemimpin umat Katolik sedunia tersebut.

Sebelumnya diberitakan, dalam perjalanan pulang dari kunjungan selama lima hari di Meksiko, Kamis (18/2/2016), Paus sempat mengomentari Trump.

Paus Fransiskus

"Seseorang yang hanya memikirkan untuk membangun 'dinding pemisah' dan bukan 'jembatan' dia bukan Kristen, itu tidak diajarkan di dalam Alkitab," kata Paus.

Trump lantas menegaskan, dirinya adalah pemeluk agama Kristen yang taat. Segala argumentasi Paus muncul semata-mata karena Paus tidak memahami krisis imigrasi yang sedang melanda AS.

"Sebagai seorang pemimpin agama, pernyataan Paus soal keimanan seseorang merupakan hal yang memalukan," kata Trump, seperti dikutip New York Times.

"Tidak ada satu pun pemimpin di dunia, khususnya pemimpin agama yang memiliki hak untuk menakar kadar keimanan seseorang," tegas dia lagi.

Trump lantas balik menuding, komentar Paus tersebut ditunggangi kepentingan politik oleh Pemerintah Meksiko. Paus memang dilahirkan di Flores, Buenos Aires, Argentina.

"Paus ditunggangi oleh mereka (Pemerintah Meksiko) untuk kepentingan itu. Mereka seharusnya malu dengan tindakan seperti itu," ujar Trump.

"Seandainya Vatican diserang oleh ISIS (Kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah) --di mana semua orang tahu kekejaman ISIS, saya jamin, satu-satunya harapan Paus adalah Donald Trump menjadi Presiden," cetus Trump.

Editor: Ernawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved