Persaingan Bisnis Organ Tunggal di Banjarmasin, Yang Tersingkir Harus Rela Mencari Rezeki di Jalanan

Dangdut tidak selamanya gemerlap seperti yang ditampilkan penyanyi papan atas. Panggung ini penuh persaingan.

Persaingan Bisnis Organ Tunggal di Banjarmasin, Yang Tersingkir Harus Rela Mencari Rezeki di Jalanan
banjarmasinpost.co.id
BPost Edisi Minggu (6/3/2016) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dangdut tidak selamanya gemerlap seperti yang ditampilkan penyanyi papan atas. Panggung ini penuh persaingan. Mereka yang tersingkir bahkan harus rela mencari rezeki di jalanan.

Sebuah angkutan kota (angkot) berwarna kuning putih berjalan lamban di Jalan Tarakan, Banjarmasin. Setelah ada tempat parkir kosong, angkutan yang di Banjarmasin kerap disebut taksi ini menepi.

Tidak berapa lama turun empat perempuan. Mereka kemudian berhias di tepi jalan.

Sementara itu dua lelaki tua yang juga turun dari mobil sibuk mengangkut berbagai alat pengeras suara dan genset. Setelah ditata rapi di belakang mobil, genset dinyalakan dan peralatan musik yang dibawa disetel.

Seorang pria kemudian memainkan organ untuk mencari nada yang pas. Alat musik siap, konser pun dimulai.

“Selamat sore. Maaf mengganggu. Ini lagu pembuka dari saya semoga semua terhibur,” ujar salah satu dari empat perempuan tersebut. Dia menyapa warga yang ada di pusat kuliner tersebut. Lagu dangdut berjudul Suamiku Kawin Lagi milik Siti Badriah pun diperdengarkannya.

Ternyata angkot itu singgah bukan untuk menurunkan dan menunggu penumpang melainkan mobil pengamen keliling. Pemiliknya menyebutnya Mobil Elekton Keliling alias Moling.

Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Minggu (6/3/2016) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved