Wow! Kawasan di Ujung Kalbar Ini Bakal Miliki Pembangkit Listrik Air Terjun

Kedua air terjun berketinggian 180 meter ini akan menghasilkan kekuatan 2x50 Mega Watt (MW) atau setara 100 MW.

Wow! Kawasan di Ujung Kalbar Ini Bakal Miliki Pembangkit Listrik Air Terjun
YouTube
Kabupaten Sintang 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SINTANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang menargetkan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Air Terjun Nokan Nayan dan Air Terjun Nokan Jengonoi di Desa Deme, Kecamatan Ambalau pada Tahun 2019 mendatang.

Kedua air terjun berketinggian 180 meter ini akan menghasilkan kekuatan 2x50 Mega Watt (MW) atau setara 100 MW.

Sumber listrik digadang-gadang dapat menerangi kebutuhan listrik sekira 110 ribu rumah.

Bupati Sintang, Jarot Winarno memberi deadline PT Khatulistiwa Sentra Energi selama tiga tahun untuk merealisasikan pembangunan PLTA Nokan Nayan dan Nokan Jengonoi.

Air terjun Nokan Nayan

"Saya beri waktu 3 tahun. Harapan saya tahun 2019 nanti sudah bisa diresmikan," ungkapnya kepada wartawan, Jumat (11/3/2016) sore.

Realisasi PLTA dicita-citakan mampu merubah wajah Serawai dan Ambalau. Terlebih PLTA merupakan sumber energi ramah lingkungan dan terbarukan.

Debit air terjun melimpah diperkirakan mampu melayani masyarakat di Kabupaten Sintang dan Melawi.

"Saat ini kebutuhan listrik Sintang hanya bersumber dari PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel di Teluk Menyurai berkekuatan 3x5 MW atau setara 15 MW itupun masih kurang hingga masih ada pemadaman bergilir," terangnya.

Pemkab mendukung sepenuh hati dan disegerakan. Pemerintah juga melibatkan saran tokoh adat serta tokoh masyarakat Ambalau dan Serawai. "Pertemuan ini agar saat pembangunan berlangsungselaras dengan adat istiadat warga setempat," imbaunya.

Jika lokasi PLTA sudah ditentukan di daerah Serawak atau Ambalau. Bendungan nantinya tidak semata-mata hanya berfungsi sebagai pembangkit listrik. Namun, bisa sebagai sumber air baku, kegiatan pertanian, perikanan serta objek wisata.

"Kami akui menuju ke sana memerlukan usaha keras. Tapi untuk mobilisasi material, Direktur PT KSE akan berkoordinasi dengan Alas Kusuma. Informasinya sudah ada akses jalan darat bekas perusahaan dulu dari Merako ke Nokan Nayan. Kalau lewat sungai tidak mungkin," pungkasnya.

Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved