Ribuan Rumah Bersubsidi di Kalsel Menanti Sambungan Listrik

Ada juga rumah yang sudah diakad, namun tak bisa ditempati karena tidak adanya penerangan listrik.

Ribuan Rumah Bersubsidi di Kalsel Menanti Sambungan Listrik
kontan
Pekerja sedang mengerjakan rumah bersubsidi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - RIBUAN rumah bersubsidi yang telah dibangun sampai saat ini menanti sambungan listrik. Ketiadaan jaringan listrik itu menyebabkan minimnya rumah bersubsidi itu terserap pasar.

Sampai saat ini ada 3.000-an rumah bersubsidi yang telah dibangun anggota APERSI Kalsel pada 2015 belum ada listriknya. Ketiadaan fasilitas listrik itu menjadi salah satu kendala tidak terserapnya bangunan rumah bersubsidi yang difokuskan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Ada juga rumah yang sudah diakad, namun tak bisa ditempati karena tidak adanya penerangan listrik. "Kasihan konsumen kalau harus membayar dobel, untuk sewa rumah dan membayar angsuran kredit rumah," kata ketua APERSI Kalsel, Mukhtar Luthfi.

APERSI Kalsel menargetkan pembangunan 10.000 unit rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan harga Rp 128 juta/unit. Hal itu dilakukan dalam upaya mendukung program pemerintah yang merancang pembangunan satu juta rumah untuk MBR.

Hal senada diungkapkan Ketua DPD REI Kalsel Royzani Sjachril. Pada Januari 2016 ada sekitar 2.500 rumah bersubsidi yang sudah dibangun belum terlistriki.

"Jaringan listriknya sebagian sudah ada, namun belum ada KWH meternya," kata Roy seraya menambahkan, rumah yang telah dibangun tersebut sebagian bahkan sudah akad kredit.

Pihaknya mengharapkan kepada PLN Wilayah Kalselteng agar dapat segera merealisasikan pasang baru, hal itu untuk menghindari terjadinya pencurian listrik. Kalau masalah pemadaman maklum saja, karena memang dayanya terbatas.

Penulis: Sudarti
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved