Borneo Cantata Kaltim Akan Kumandangkan Lagu Dayak di Austria

Lagu “Leleng” khas Dayak berkesempatan diperdengarkan di Austria dan akan dibawakan oleh 45 pemuda-pemudi asal Kaltim melalui salah satu paduan suara

Borneo Cantata Kaltim Akan Kumandangkan Lagu Dayak di Austria
TRIBUN KALTIM/ANJAS PRATAMA
Beberapa anggota Borneo Cantata saat tampil di salah satu ajang. Grup paduan suara ini berkesempatan membawakan lagu daerah Kaltim di event choir internasional, Austria, Juli mendatang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMARINDA – Leleng Utan Along. Lagu “Leleng” khas Dayak berkesempatan diperdengarkan di Austria dan akan dibawakan oleh 45 pemuda-pemudi asal Kaltim melalui salah satu paduan suara, Borneo Cantata.

Hal ini tak lepas dari keberhasilan paduan suara asal Samarinda tersebut yang mampu lolos dalam di ajang Internationaler Chorwettbewerb Spittal an der Drau di Austria.

“Kami terpilih mewakili Indonesia untuk ikut paduan suara di ajang tersebut. Ajang ini merupakan kegiatan tahunan, dan hanya ada 10 negara saja yang bisa tampil. Indonesia salah satunya terwakili oleh Borneo Cantata,” kata Roby Yolis, seorang penyanyi serta tim teknis Borneo Cantata, Rabu (16/3/2016).

Proses terpilihnya Borneo Cantata diketahui sekitar Februari lalu. Sebelumnya, tim dari Borneo Cantata telah mengirimkan CV (Curricullum Vitae) Borneo Cantata yang telah beberapa kali tampil di ajang nasional maupun internasional.

“Proses pendaftaran kami lakukan secara manual dengan mengirimkan langsung biodata serta prestasi-prestasi kami yang telah kami raih. Untuk bisa lolos, panitia juga mensyaratkan choir harus telah tampil di ajang internasional, dan Borneo Cantata sudah pernah melakoni itu pada tahun 2012 di Ohio Amerika Serikat," tuturnya.

Selain itu, pemilihan juga berdasarkan prestasi yang tercantum dalam CV, pilihan lagu peserta paduan suara, serta keterwakilan Indonesia sebagai salah satu negara di Asia dimana kemajuan paduan suaranya sangat signifikan.

Ajang paduan suara di Austria tersebut diagendakan pada 6 hingga 13 Juli mendatang.

Di sana, dari 10 negara hanya bisa menampilkan satu paduan suara. Akan ada dua kategori paduan suara di lomba internasional tersebut, yakni menyanyikan beberapa lagu daerah serta lagu wajib yang ditentukan panitia.

“Kami juga telah siapkan beberapa lagu etnik Kaltim yang otentik, tetapi masih belum bisa kami share. Ada satu lagu Dayak, yakni Leleng yang akan kami nyanyikan. Lalu, ada pula lagu berbahasa Jerman yang kami nyanyikan,” katanya.

Dalam ajang tahunan tersebut, Indonesia memang seringkali menjadi juara. Bahkan dalam ajang tahun lalu, paduan suara asal Universitas 11 Maret Solo berhasil menggondol juara satu.

“Di event ini, Indonesia menjadi salah satu yang ditakuti. Ini dikarenakan seringkali menyabet gelar juara. Entah itu Juara 1, maupun the best performance. Tahun lalu,Universitas 11 Maret Solo menjadi juaranya. Paduan suara Universitas Indonesia, dan Parahyangan juga pernah lolos ke event ini,” ujarnya.

Borneo Cantata merupakan grup paduan suara independen yang sudah mulai eksis di Samarinda sejak tahun 2010. Untuk anggotanya berasal dari beberapa kalangan serta daerah.

“Ada yang sudah bekerja, mahasiswa, dan lainnya. Daerahnya pun bermacam-macam, ada yang dari Samarinda, Balikpapan, Bontang dan Kutai Barat,” kata Roby.

Editor: Ernawati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved