Murid Madrasah Sulap Mengkudu jadi Baterai

Melihat banyak buah mengkudu yang sepintas tak bernilai itu, empat siswa kelas V dan kelas VI yang tergabung dalam tim sains MI Kalisidi berupaya meny

Murid Madrasah Sulap Mengkudu jadi Baterai
KOMPAS.com/Syahrul Munir
Siswa MI Kalisidi, Ungaran, Kabupaten Semarang mengubah buah mengkudu menjadi energI alternatif. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, UNGARAN - Mengkudu atau pace selama ini hanya dikenal sebagai obat herbal yang mampu mencegah dan membunuh berbagai penyakit secara alami.

Namun, di tangan para siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Desa Kalisidi, Ungaran, Kabupaten Semarang, buah dengan tampilan berbenjol-benjol ini juga bisa menjadi sumber energi alternatif yang mereka sebut dengan nama "baterai mengkudu".

Tanaman mengkudu di desa yang terletak di lereng utara Gunung Ungaran ini memang tumbuh subur.

Anak-anak kecil di desa tersebut sering memanfaatkan buah mengkudu sebagai mainan.

Melihat banyak buah mengkudu yang sepintas tak bernilai itu, empat siswa kelas V dan kelas VI yang tergabung dalam tim sains MI Kalisidi berupaya menyulapnya menjadi sesuatu yang bernilai.

Bahan untuk membuat baterai mengkudu ini sangat murah, yakni buah mengkudu dan baterai bekas yang sudah tidak terpakai.

Cara membuatnya pun mudah. Pertama, cangkang baterai bekas dibuka, kemudian bagian ujung kutub positifnya dipotong.

Batang karbon inilah yang digunakan sebagai anoda atau kutub positif baterai, serta lapisan seng, sebagai katoda, menjadi kutub negatif baterai.

Sementara itu, pasta sebagai elektrolit yang memisahkan katoda dan anoda dibuang, yang nantinya digantikan oleh mengkudu.

Selanjutnya, buah mengkudu diparut hingga halus. Parutan mengkudu ini lalu dimasukkan ke dalam tabung baterai bekas, menggantikan pasta elektrolit yang sudah usang.

Halaman
123
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved