TAJUK

Hikmah Haul Guru Sekumpul

Ratusan ribu jemaah yang hadir berasal dari berbagai daerah, mulai Kalsel, Kalteng, Kaltim, pulau Jawa dan Sumatera, bahkan negara Malaysia dan

Hikmah Haul Guru Sekumpul
banjarmasinpost.co.id/rahmadhani
Ilustrasi 

PERINGATAN haul ke-11 Guru Sekumpul, KH Muhammad Zaini Abdul Ghani, di Sekumpul, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Minggu (10/4) malam tadi berlangsung hikmat. Ratusan ribu jemaah yang hadir berasal dari berbagai daerah, mulai Kalsel, Kalteng, Kaltim, pulau Jawa dan Sumatera, bahkan negara Malaysia dan Brunei Darussalam.

Mereka secara khusyuk mendoakan ulama kharismatik yang memiliki nama panggilan al-’Alim al-Allamah al-’Arif bi-Allah asy-Syekh Muhammad Zaini Abdul Ghani tersebut.

Di masa aktif berdakwah, Guru Sekumpul menjadi sosok panutan yang sangat dihormati masyarakat. Beliau berdakwah banyak menyentuh soal kehidupan bermasyarakat sehari-hari, sehingga mudah dicerna jemaahnya.

Guru Sekumpul yang lahir pada 11 February 1942 di Martapura, Kalsel, dan meninggal dunia di RS Mount Elizabeth, Singapura, 10 Agustus 2005, ketika berdakwah selalu berpenampilan tenang dan terkadang diselingi candaan, yang membuat jemaah menjadi betah mengikuti pengajian.

Secara khusus, beliau menyampaikan dakwah di bidang islamiyah, meningkatkan pendidikan Islam melalui majelis taklim, memperbaiki akidah umat dari peribadatan yang bercampur bid’ah dan khurafat.

Tak jarang pula dalam materi dakwah sisipan, Guru Sekumpul menyentuh lapangan politik, ekonomi, kebudayaan dan sosial. Makanya, tak heran dalam keseharian umat Islam di Martapura, Sekumpul menjadi acuan dalam berinteraksi urusan duniawi dan kemaslahatan umat.

Banyak ajarannya yang hingga kini dikenang jemaah. Misalnya, Guru Sekumpul selalu mengingatkan dan berpesan kepada jemaahnya agar selalu menghormati ulama dan orangtua, berbaik sangka terhadap muslimin, murah harta (suka bersedekah) dan manis muka (bersikap ramah).

Kemudian, Guru Sekumpul juga berpesan agar jangan menyakiti orang lain, mengampuni kesalahan orang lain, jangan bermusuh-musuhan, jangan tamak atau serakah, selalu berpegang kepada Allah pada kabul segala hajat, serta yakin keselamatan itu pada kebenaran.

Pesan-pesan Guru Sekumpul itu selalu terngiang-ngiang di telinga jemaahnya yang mencapai ratusan ribu. Oleh karena itu, bisa jadi peringatan haul ke-11 ini sebagai pengobat kerinduan jemaah, meski sekadar mengirim doa keselamatan untuk Guru Sekumpul.

Banyak hikmah yang dapat kita ambil dari peringatan haul ke-11 Guru Sekumpul yang dipusatkan di Mushalla Ar Raudhah, yang sebelumnya dijadikan tempat pengajian oleh Guru Sekumpul. Paling tidak, kita tentu diingatkan kembali atas petuah yang pernah disampaikan beliau.

Yang menjadi pertanyaan, sudahkah kita dapat menjalankan atau mengamalkan semua ilmu dan petuah-petuah beliau. Seandainya belum, maka ini patut menjadi renungan kita bersama. Sebab, ajaran atau dakwah yang beliau sampaikan mengarahkan kita kepada keselamatan dunia dan akhirat. Dan, kehadiran kita di acara haul itu pun tentu menjadi lebih bermakna. (*)

Editor: BPost Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help