Sebelum Tewas di Kolam Renang Bocah Perempuan Ini Sempat Download Lagu Religi

Suasana berkabung terlihat di rumah Wingan (55), orangtua Widitara Agustin (7), di Jalan Lumumba Dalam, Wonokromo, Surabaya

Sebelum Tewas di Kolam Renang Bocah Perempuan Ini Sempat Download Lagu Religi
Surya Online/Rorry
Widarti (kiri) menangis teringat kepergian anaknya, Tiara, yang tewas di kolam renang, Sabtu (9/4/2016). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SURABAYA - Suasana berkabung terlihat di rumah Wingan (55), orangtua Widitara Agustin (7), di Jalan Lumumba Dalam, Wonokromo, Surabaya.

Sejak Sabtu (9/4/2016) malam, sanak saudara dan para tetangga berdatangan di rumah Wingan. Isak tangis terus terdengar dari Widarti (50). Dia tak pernah menyangka anak ketiganya yang kerap disapa Tiara itu pergi begitu cepat.

Kejadian menimpa anak perempuan satu-satunya itu berawal ketika Winarti, adik Wingan, datang dari Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (8/4/2016).

(Baca juga: Kakak Asyik Main Ponsel, Dua Bocah Tewas Tenggelam di Kolam Renang Hotel)

Saat itu, Winarti bersama anak-anaknya, Yuli (25) dan Ambeg Parama Anta (8), menginap di Hotel Novotel Surabaya.

Sabtu (9/4/2016), Winarti datang berkunjung ke rumah Wingan untuk mengajak keponakannya, Tiara, berenang bersama di hotel.

Tiara pun menyambut ajakan tantenya dengan riang. Tanpa basa basi, Tiara menyiapkan sendiri barang-barangnya tanpa bantuan ibunya.

Widarti mengaku juga sempat merasa janggal ketika menyisir rambut Tiara.

"Enggak biasanya Tiara ini mau disisiri rambutnya sama saya. Ini kok malah nurut," kata Winarti sambil menangis saat mengingat peristiwa itu.

Sebelum berangkat, Tiara sempat mengunduh lagu islami kesukaannya. Namun, lagu itu belum sempat didengarkannya karena keburu berangkat berenang.

"Tadi download dulu di HP barunya. Tapi ya Allah, anaknya belum sempat dengar," ujar ibu tiga anak ini terisak.

Wingan, ayah Tiara, juga mengaku sempat heran ketika adiknya memilih menginap di hotel bintang empat ini. Padahal, bila berkunjung ke Surabaya, menurut dia, Winarti selalu menginap di Hotel Fortuna.

"Katanya itu, di Novotel lagi ada diskon 50 persen karena adik punya kartu member. Makanya dia memilih menginap di sana," kata Wingan di sela-sela menerima tamu.

Wingan hanya bisa pasrah menerima musibah ini.

"Kami masih berduka, karena kehilangan dua nyawa sekaligus," kata pria yang bekerja sebagai sopir Bus Damri Jurusan Bratang-Purabaya ini.

Editor: Ernawati
Sumber: Surya Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help