Satpol PP Razia Anak Jalanan di Kuburan, Eh Pasangan Dewasa Sedang Bercumbu di Batu Nisan

Sekitar pukul 22.00 Wita, ratusan personel Satpol PP, lengkap dengan sejumlah armada kendaraan, bergerak menuju ke kawasan Jalan Merdeka, tepatnya di

Satpol PP Razia Anak Jalanan di Kuburan, Eh Pasangan Dewasa Sedang Bercumbu di Batu Nisan
TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER DESMAWANGGA
Puluhan anak dibawah umur terjaring razia Satpol PP Kota Samarinda, yang kerap berkumpul di kawasan kuburan Cina, Jalan Merdeka, Sabtu (23/4/2016). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMARINDA - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda bergerak cepat guna menindaklanjuti laporan masyarakat yang resah karena daerah lingkungan tempat tinggalnya kerap dijadikan tempat mesum dan berkumpulnya anak di bawah umur untuk ngelem.

Sekitar pukul 22.00 Wita, ratusan personel Satpol PP, lengkap dengan sejumlah armada kendaraan, bergerak menuju ke kawasan Jalan Merdeka, tepatnya di kawasan kuburan Cina.

Hasilnya, didapati 48 anak dibawah umur, yang terdiri dari 46 laki-laki dan 2 perempuan. Selain itu juga didapati pasangan yang sudah dewasa, yang dipergoki tengah bercumbu di salah satu batu nisan.

Tak hanya itu saja, dari puluhan anak dibawah umur itu, didapati tiga senjata tajam, dua rantai gear, ketapel dan enam kaleng lem lengkap dengan plastiknya.

Tak ada perlawanan dari anak-anak tersebut, saat Satpol PP mengamankan mereka untuk digelandang menuju kantor Satpol PP, di Jalan Balaikota.

Kendati demikian, keributan sempat terjadi antara aparat dengan masyarakat sekitar.

Bahkan sempat terjadi perkelahian antara Satpol PP dengan warga sekitar, yang merasa salah satu warga di sana menjadi bulan-bulanan anggota Satpol PP, yang terprovokasi karena hujatan dari masyarakat.

"LakI-laki pasangan mesum berontak. Saat itulah warga sekitar yang menonton juga melakukan provokasi kepada anggota. Di situlah keributan muncul, anggota kami tidak dapat menahan emosi, tapi sudah beres semua, tidak ada masalah lagi. Tinggal melakukan pembinaan saja dengan anak-anak ini," tutur Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Samarinda, Umar, kepada Tribun, Sabtu (23/4/2016).

"Dari keterangan mereka, sajam dan gear itu mereka bawa untuk jaga-jaga dan gaya-gayaan. Jadi yang bawa sajam bisa dibilang akan ditakuti oleh anak-anak lainnya," ungkapnya. (*)

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help