'Diolok' Yusril Keok di Pengadilan Tak hentikan Ahok Gusur Warga Bidaracina

Yusril Ihza Mahendra menyebut telah membuat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama 'keok' soal Bidaracina di pengadilan.

'Diolok' Yusril Keok di Pengadilan Tak hentikan Ahok Gusur Warga Bidaracina
Warta Kota/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Pekerja tengah memasang turap penyangga di Bantaran Kali Ciliwung, Bidaracina, Jakarta Timur, Kamis (3/9/2015). Pemasangan turap penyangga air ketika debit air tinggi dan juga sebagai pengendali banjir yang kerap terjadi di kawasan itu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Yusril Ihza Mahendra menyebut telah membuat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama 'keok' soal Bidaracina di pengadilan.

Kasus Bidaracina merupakan gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat oleh warga terhadap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Di PTUN warga menggugat SK Gubernur Nomor 2779/2015 tentang Perubahan SK Gubernur DKI Jakarta Nomor 81 Tahun 2014 tentang Penetapan Lokasi Pembangunan Inlet Sudetan Kali Ciliwung menuju Kanal Banjir Timur.

"Karena rakyat mampu menunjukkan hak milik di pengadilan, mempunyai hak guna bangunan atas itu, kemudian merasa SK itu ditetapkan semena-mena tanpa ada musyawarah dengan masyarakat, dan yang terjadi di pengadilan Pak Ahok keok," kata Bakal calon gubernur DKI Jakarta, Yusril di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (29/4/2016) kemarin.

Dalam pembacaan putusan di PTUN Jakarta, 25 April ini, majelis hakim memenangkan warga Bidaracina karena menganggap SK yang diteken Ahok melanggar asas-asas pemerintahan.

SK itu mengatur tentang penetapan lokasi pembangunan sodetan Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur.

Ternyata, putusan hakim soal sodetan Kali CIliwung ke Kanal Banjir Timur tidak hanya di PTUN.

Di PN Jakarta Pusat juga hakim mengeluarkan putusan sela.

Warga Bidaracina diketahui melakukan class action terhadap SK Gubernur Nomor 2779/2015 tentang Perubahan SK Gubernur DKI Jakarta Nomor 81/2014 tentang Penetapan Lokasi Pembangunan Inlet Sudetan Kali Ciliwung menuju Kanal Banjir Timur.

Halaman
12
Editor: Ernawati
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved