Kasihan! Gadis Kecil Ini Harus Rela Tubuhnya Kembali Banyak Ditutupi Bulu

Bocah perempuan ini didiagnosis menderita hipertrikosis, sebuah kondisi langka yang berarti tubuhnya hampir benar-benar tertutup rambut hitam tebal.

Kasihan! Gadis Kecil Ini Harus Rela Tubuhnya Kembali Banyak Ditutupi Bulu
The Sun
Kemilly Vitoria Pereira de Souza (5) yang didiagnosis menderita hipertrikosis, sebuah kondisi langka yang berarti tubuhnya hampir benar-benar tertutup rambut hitam tebal. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Seorang anak gadis berusia lima tahun harus rela tubuhnya ditumbuhi bulu akibat menderita sindrom manusia srigala.

Bocah perempuan bernama Kemilly Vitoria Pereira de Souza itu, didiagnosis menderita hipertrikosis, sebuah kondisi langka yang berarti tubuhnya hampir benar-benar tertutup rambut hitam tebal.

Kondisi itu juga membuat bibir dan hidungnya menjadi lebih besar dari biasanya.

Kemilly berasal dari Brasil dan sempat mendapat perawatan medis agar sindromnya tidak semakin parah.

Namun, upaya rumah sakit mengatasi sindrom tersebut gagal dilakukan. Pun upaya untuk mencukur bulu-bulu di tubuhnya sejak lima bulan lalu akibat alat yang digunakan sedang rusak.

Upaya mengobati anak mereka sudah ditempuh keluarga Antonio de Souza (37) sejak Desember 2013.

Saat itu mereka pindah dari kampung halaman yang berjarak sekitar 800 mil dari Goiania, Brasil, agar bisa tinggal dekat dengan rumah sakit yang dinyatakan mampu memberikan perawatan yang tepat bagi Kemilly.

Sekarang, setelah proses pengobatan Kemilly terhenti selama lima bulan, orangtua dan dokter takut semua kemajuan yang dibuat dalam dua tahun terakhir bisa hilang.

Perwakilan rumah sakit mengklaim, perangkat medis yang digunakan untuk terapi sedang rusak dan membutuhkan peralatan yang hanya dibuat di Israel untuk memperbaikinya.

Bulan lalu, rumah sakit sempat menyewa perangkat laser yang biasa digunakan untuk merawat Kemilly, tetapi mereka menemukan alat itu tidak kompatibel dengan kebutuhan anak-anak, sehingga pihak rumah sakit harus mencari solusi lain.

"Kami takut bahwa semua kemajuan yang dicapai melalui pengobatan sekarang akan hilang. Saya melihat bulu di tubuh anak saya tumbuh kembali dan biasanya dia meminta kami agar dibawa ke rumah sakit agar dihilangkan,” ujar Antonio de Souza.

"Tidak ada masalah di sekolah. Sepertinya semua orang tahu masalah ini dan guru menjelaskan kepada anak-anak bahwa dia memiliki masalah kesehatan, tapi kami masih menghadapi prasangka di tempat lain,” tambah ibu Kemilly, Patricia Batista Pereira.

"Suatu hari kami berada di acara teater dan kami mendengar seseorang mengatakan bahwa anak saya terlihat seperti binatang. Sebagai seorang ibu, ini sangat menyakitkan,” lanjutnya.

Hingga saat ini, belum jelas kapan situasi akan diselesaikan, meskipun rumah sakit menyatakan mereka berusaha menyelesaikan masalah itu secepatnya, agar pasien memerlukan bisa segera tertangani.

Penulis: Yamani Ramlan
Editor: Yamani Ramlan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved