Gowes Tapak Tilas Tentara ALRI

Hiii Nekat, Santri Ini Taklukkan Gunung Layang-layang Pakai Sepeda Mini Tanpa Rem

Semua peserta Gowes Tapak Tilas Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Kalimantan, Brigjen H Hasan Basri yang diselenggarakan di Hulu Sungai Selatan,

Hiii Nekat, Santri Ini Taklukkan Gunung Layang-layang Pakai Sepeda Mini Tanpa Rem
Banjarmasinpost.co.id/hanani
M Luthfi Ansari, dengan sepeda bututnya yang tak dilengkapi rem, saat mengikuti Gowes Napak tilas HSS 2016. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Semua peserta Gowes Tapak Tilas Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Kalimantan, Brigjen H Hasan Basri yang diselenggarakan di Hulu Sungai Selatan, Minggu (1/5/2016) telah finish dan berkumpul di lapangan Sepakbola Kandangan.

Salah satu yang menarik perhatian panitia, adalah seorang anak, yang langsung duduk bersandar di bawah pohon, dengan keringat bercucuran usai finish sekitar pukul 10.00 wita pagi tadi.

Dia adalah M LUthfi Ansari (16). Anak yang diketahui santri Darul Ulum Kandangan itu ternyata tak menggunakan sepeda gunung, saat mengikuti ajang dengan medan yang diakui hampir semua peserta tersulit.

Dia hanya menggunakan sepeda mini biasa, yang dia gunakan tiap hari untuk ke ponpes. Lebih mengagetkan lagi, seperda itu tanpa dilengkapi safety yang sangat penting! Rem.

"Saya ikut rame-rame saja bersama teman-teman. Tanpa ada persiapan, pakai sepeda yang ada saja," tuturnya saat ditemui BPost Online.

Luthfi pun mengaku, ini pertama kalinya dia ikut gowes bareng di daerahnya bersama teman-temannya.

"Awalnya tidak tahu juga, kalau naik gunung tinggi, kayak tadi. Jalannya setapak dan licin, habis diguyur hujan," kata luthfi yang kemarin berharap mendapatkan doorprize berupa sepeda gunung.

Meski demikian, bocah itu mengaku, kalau saat menghadapi medan berat mendaki gunung dengan kemiringan 45 derajat, dia dan teman-teman jatuhbangun.

Demikian pula saat menyebengi sungai. Bagaimana mengendalikan sepeda yang tak apakai rem? "Saya pakai kekuatan kaki saja. Dibantu teman-teman juga," kata luthfi yang mengaku tidak ada rasa takut saat gowes bareng itu.

Ulah Luthfi yang "lolos" dari pengawasan terkait safety itu, sempat membuat panitia merasa kecolongan, meski dia pulang dengan selamat, dengan waktu tempuh 2,5 jam dari 30 kilometer.

Namun, di balik itu banyak yang salut dan kagum dengan keberanian dan keahlian Luthfi menaklukkan gunung Layang Layang, salah satu rute terekstern diajang tersebut.

"Kami akui, karena ini event terbuka untuk umum, peserta tak dibatasi dan tanpa registrasi boleh ikut, jadinya ada peserta yang lolos menggunakan sepeda biasa tanpa safety,"kata Ketua Panitia Sasmi Rivani.

Alpani, dari pihak Koni HSS menyatakan, santri terrsebut telah dicatat identitasnya, dan akan diusulakan untuk dibina oleh induk olah raga sepeda di HSS sebagai atlet.

"Melihat kemampuannya tadi, potensinya luarbiasa, harus disalurkan,"kata Alpani.

Penulis: Hanani
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved