Perempuan Bandar Arisan Diadukan ke Polisi

Noor Jannah, bandar arisan harian dan mingguan di Desa Batibati, Kecamatan Batibati, Kabupaten Tanahlaut, Kalimantan Selatan, diadukan ke polisi.

Perempuan Bandar Arisan Diadukan ke Polisi
tribunnews.com
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Noor Jannah, bandar arisan harian dan mingguan di Desa Batibati, Kecamatan Batibati, Kabupaten Tanahlaut, Kalimantan Selatan, diadukan ke polisi.

Informasi dihimpun, warga sebelumnya meminta kepala desa Batibati, H Musmulyadi melakukan mediasi antara sang bandar dengan para anggota arisan.

Tiga kali mediasi di rumah kepala desa Batibati itu tak menghasilkan kesepakatan, justru anggota arisan terpecah pendapatnya.

"Satu kelompok berharap uangnya dikembalikan dan satu kelompok lainnya berpendapat dipolisikan saja," ujar Kepala Desa Batibati, H Musmulyadi ditemui BPost Online, Selasa (3/5/2016) petang.

Akhirnya, Sabtu (30/4) sekitar pukul 09.00 Wita, Noor Jannah dijemput anggota Polsek Batibati untuk dimintai keterangan hingga Selasa (3/5) malam.

"Noor Jannah, diduga melakukan penggelapan dan bisa penipuan kalau arisan itu macet direncanakan. Ini warga saya itu masih berada Mapolsek Batibati. Dipolisikan anggota arisannya karena tak kuat menahan rasa jenggel," tambahnya.

"Arisan mingguan yang diterimanya tak sesuai janji. Sebelumnya, anggota arisan diiming-imingi setiap pekannya, arisan dicabut mendapat Rp 20 juta. Kenyataan para anggota tak utuh menerima dana Rp 20 juta setiap anggota. Makanya dilaporkan ke polisi," ujar Musmulyadi.

Kapolsek Batibati, Iptu Amien Hidayat saat disambangi tak berada di Mapolsek Batibati. Keterangan anggota polisi yang piket, Brigadir Imam, komandannya sedang dinas diluar sejak siang.

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved