Inilah Tiga Kota Asia yang Mampu Bersaing dengan Kota-kota di Eropa, Indonesia?

Dalam laporan itu dinyatakan bahwa kota-kota di Asia paling banyak menunjukkan divergensi dengan Seoul, Hong Kong, dan Singapura

Inilah Tiga Kota Asia yang Mampu Bersaing dengan Kota-kota di Eropa, Indonesia?
AFP PHOTO / JUNG YEON-JE
Buruh Korea Selatan membawa spanduk dalam aksi memperingati Hari Buruh Internasional di Seoul, Korea Selatan, Jumat (1/5/2015). Aksi ini diikuti oleh puluhan ribu buruh. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pertumbuhan kota di berbagai negara yang semakin cepat nyatanya belum mewabah kota-kota di Asia. Posisinya masih kalah bila dibandingkan dengan kota-kota di Eropa.

Laporan "Sustainable Cities Index 2015" atau "Indeks Kota Berkelanjutan 2015" yang dibuat oleh Arcadis, sebuah firma desain dan konsultan untuk aset terbangun dan natural membuktikan hal tersebut.

Dalam laporan itu dinyatakan bahwa kota-kota di Asia paling banyak menunjukkan divergensi dengan Seoul, Hong Kong, dan Singapura berada di 10 besar sedangkan Manila, Mumbai, Wuhan, dan New Delhi menjadi empat dari lima kota terbawah.

Indeks Kota Berkelanjutan Arcadis ini mengeksplorasi tiga permintaan terhadap People, Planet, dan Profit untuk mengembangkan sebuah peringkat indikatif terhadap 50 kota-kota di dunia.
Advertisment

Adapun sub indeks pengukuran People menilai infrastruktur transportasi, kesehatan, edukasi, ketidaksamaan pendapatan, keseimbangan kehidupan kerja, rasio ketergantungan dan ruang hijau di dalam kota.

Indikator ini dapat secara luas dianggap sebagai upaya menangkap kualitas hidup untuk warga di kota masing-masing.

Sementara sub indeks Planet melihat pada konsumsi energi kota, pembagian energi terbarukan, siklus daur ulang, emisi gas rumah kaca, risiko bencana alam, ketersediaan air minum, sanitasi, dan tingkat polusi udara.

Sedangkan sub indeks Profit melihat performa kota dalam hal perspektif bisnis, penggabungan sistem transportasi, kemudahan melakukan bisnis, keterlibatan kota dalam jaringan ekonomi global, kepemilikan properti, biaya hidup, produk domestik bruto (PDB) per kapita, dan efisiensi energi.


Pasar properti Hong Kong telah menjadi yang paling mahal di dunia, dengan harga rata-rata perumahan mencapai 4.024.000 dolar Hong Kong, atau Rp 6,5 miliar.(CNN.com)

Dari sub indeks People hanya ada dua kota Asia yang bertengger di 10 besar, yakni Seoul di peringkat 2 dan Hongkong di peringkat 6.

Kemudahan akses terhadap ruang terbuka hijau, pendidikan berkualitas tinggi, dan harapan hidup yang panjang menjadi sisi positif kedua kota tersebut.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help