Waspada, Ditemukan Virus Anthrax di Daging Allana

Rahmad mengaku akan memproses sesuai LP/77/V/2016/Reskrim (11/5). Kemudian akan dikembangkan sampai pelaku yang memasukan daging Allana ke wilayah

Waspada, Ditemukan Virus Anthrax di Daging Allana
TRIBUN PONTIANAK/HENDRI CHORNELIUS
Petugas kepolisian saat melakukan penindakan di kediaman MI di Jl Balai Karangan 3, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Rabu (11/5/2016). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SANGGAU - Petugas dari Sat Reskrim Polres Sanggau bersama Polsek Sekayam melakukan penindakan di rumah milik MI di Jl Balai Karangan III, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Rabu (11/5/2016).

“Pada saat tim datang yang bersangkutan sedang melakukan pengisaran daging Allana untuk dijadikan bakso kurang lebih 7 kilogram daging tergisar menjadi bahan bakso dan masih ada sisa 21 kilogram masih dalam keadaan beku berbentuk potongan besar-besar, ” kata Kapolres Sanggau, AKBP Donny Charles Go melalui KBO Reskrim Polres Sanggau, IPDA Rahmad Kartono, Kamis (12/5).

Rahmad menjelaskan, MNI mengaku mendapatkan daging tersebut dari saudari ME yang juga warga Balai Karangan.

Untuk Barang bukti yang diamankan 4 kotak daging Allana yang isi 1 kotak 28 kilo gram jadi totalnya 112 kilogram dan Rp 2 juta per kotak, sementara untuk harga daging allena Rp 71 ribu per kilogramnya, jauh berbeda dengan harga daging sapi normal Rp 120 ribu.

“Hasil koordinasi dengan pihak karantina hewan diketahui bahwa daging Allana itu bukan daging sapi namun daging kerbau/banteng yang berasal dari negara India yang terindikasi mengandung virus anthrax, sehingga sangat berbahaya apabila dikonsumsi oleh warga kita, kita tidak sampai di BPOM untuk melakukan tesnya, ” jelasnya.

Rahmad mengaku akan memproses sesuai LP/77/V/2016/Reskrim (11/5). Kemudian akan dikembangkan sampai pelaku yang memasukan daging Allana ke wilayah Indonesia.

Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved