Kuliner

Makan di RM Taliwang Ayamnya Terasa Pedas Menendang

Wajar di rumah makan yang berada di Jalan Pramuka depan Hotel Bee Kota Banjarmasin ini menampilkan rumah adat asal Lombok

Makan di RM Taliwang Ayamnya Terasa Pedas Menendang
khairil rahim
Pengunjung menimati menu makanan di rumah makan yang berada di Jalan Pramuka di Jalan Pramuka Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dari luar terlihat biasa, pada bangunan di bagian atapnya berbentuk gunungan yang terbuat dari alang-alang dan rumbia kering.

Bangunan menyerupai rumah tradisional suku Sasak, Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) ini adalah salah satu ornamen unik Rumah Makan Taliwang.

Wajar di rumah makan yang berada di Jalan Pramuka depan Hotel Bee Kota Banjarmasin ini menampilkan rumah adat asal Lombok, sebab menu yang ditampilkan adalah menu-menu khas daerah tersebut.

"Untuk interior ini saya sendiri yang menentukan. Ini menandakan rumah makan ini menyajikan menu khas daerah tersebut," ujar Pengelola RM Taliwang, Aditya Nugroho.

Menu, ditawarkan adalah khas di daerah bagian Timur Indonesia, yang salah satu andalannya ayam bakar Taliwang Spesial.

"Untuk menu khas Lombok Ayam Taliwang, plecing kangkung, Es Kelapa Muda Madu dan Oyen. Sementara menu pelengkap ada pete bakar/goreng, terong bakar lalu ikan bakar nila, pati, bawal, gurame, papuyu dan kakap," kata dia.

Aditya menjelaskan ayam bakar Taliwang di rumah makan yang baru buka satu bulan ini merupakan satu-satunya di Banjarmasin.

"Sebelumnya Banjarbaru juga ada dan buka enam bulan lalu saya juga yang mengelola," ujar pemilik Hotel Mika Rantau dan Fatia Motor di Jalan Ahmad Yani KM 28, 8 Landasan Ulin, Banjarbaru ini.

Lalu apa yang istimewa dari Ayam Taliwang ini, Aditya menjelaskan ada pada bumbu dan ayamnya.

"Untuk bumbu semuakhas Lombok dan langsung dikirim setiap bulannya. Sementara ayamnya merupakan ayam muda," kata dia.

Sepintas, tampilannya tak berbeda dengan ayam bakar lainnya. Namun, jangan salah, menu ini berbeda, terutama pada racikan.

Aditya menjelaskan bumbunya itu, padat dan khas. Bumbu pertama, diracik untuk ditumis bersama ayam sebelum dibakar di atas bara. Bumbu kedua, diracik untuk lumuran, yang nanti disisipkan di setiap bagian daging ayam, setelah digepok ayam dioles bolak balik merata hingga bumbu itu meresap sempurna dalam daging.

Tekstur daging ayam bakar taliwang ini sangat lembut di lidah, ada baluran kecap, rasanya benar benar sensasi.

Yang tidak kalah lezat pedasnya yang sangat menendang sehingga tidak salah RM Taliwang memiliki slogan Pedasnya Bikin Ketagihan.

"Bagi yang tidak suka pedas jangan khawatir kita kita ada pilihan Ayam Taliwang manis dan sedang," ujar dia.

Penulis: Khairil Rahim
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved