Alat Berat Disita BPR Mitra, Bos CV BJD Ancam Menggugat

Tindakan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Mitra Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) menyita enam alat berat milik CV Borneo Jaya Diesel (BJD)

Alat Berat Disita BPR Mitra, Bos CV BJD Ancam Menggugat
istimewa
Enam unit alat berat milik CV BJD masih disita mitra BPR Mitra Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Tindakan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Mitra Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) menyita enam alat berat milik CV Borneo Jaya Diesel (BJD) yang beroperasi di Kabupaten Barito Utara Kalimantan Tengah, bakal berujung ke pengadilan.

Ini, karena Bos CV BJD, Hendrik merasa dirugikan dan mengancam akan memperkarakan ke pengadilan. Terutama, soal penarikan enam alat berat milik perusahaan yang dipimpinnya tersebut.

Jumat (20/5/2016), dia mengatakan, pihaknya siap melunasi cicilan pinjaman untuk pembelian alat berat yang disita, namun masih menunggu pelunasan pembayaran penggunaan jasa mereka oleh PT Asmin Koalindo Tuhub (AKT) sebagai perusahaan yang selama ini jadi pengguna jasa CV BJD.

"Sampai saat ini, PT AKT masih belum membayar lunas tunggakan penggunaan jasa angkutan kami untuk pengangkutan batubara, kami hanya dibayar Rp1 miliar dari total tungakkan sebesar Rp 6 miliar dan pembayaran berikutnya dilakukan bertahap. Saya berharap BPR bisa mengerti tentang kondisi kami."katanya.

Sebelumnya, sebanyak 24 Tongkang PT AKT sempat di tahan, untuk mendesak agar perusahaan itu bisa membayar gaji karyawan yang dipekerjakan mengangkut batubara perusahaan tersebut.

Mereka membayar Rp1 miliar dan akan membayar utang sisanya bertahap.

"Saat ini tongkang sudah dilepas, gaji seratus karyawan sudah dibayarkan hanya untuk satu bulan dan sisanya menunggu pelunasan pembayaran dari PT AKT. Tapi, kami berharap alat berat jangan ditarik dulu." katanya.

Hendrik mengatakan, alat berat berupa tronton enam unit dan jenis alat berat lainya miliknya yang masih disita BPR Mitra Banjarmasin, karena pihaknya belum bisa membayar cicilan penuh dari Rp5 miliar pinjaman. Meskipun sebagian sudah dibayarkan, sisa yang belum di bayar hanya Rp1,5 miliar.

Sementara itu, Saifuddin Legal dari BPR Mitra Banjarmasin, mengakui, pihaknya memang menarik enam unit alat berat tronton milik CV BJD tersebut, karena pinjaman dana untuk pembelian alat berat kepada BPR Mitra belum dibayarkan, hingga jatuh tempo.

"Alat berat mereka kami amankan, karena pembayaran pinjaman untuk pembelian alat berat sudah jatuh tempo. Sesuai perjanjian dalam waktu tertentu jika belum bisa membayarkan, maka barang kami amankan." katanya.

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help