Miris! Mereka Harus Memanjat Tebing Gunung Agar Bisa ke Sekolah

Sebanyak 15 anak sekolah yang harus mempertaruhkan nyawa saat pulang dan pergi ke sekolah ini terjadi di Provinsi Sichuan, di Barat Daya China.

Miris! Mereka Harus Memanjat Tebing Gunung Agar Bisa ke Sekolah
The Sun
Anak sekolah yang harus mempertaruhkan nyawa saat pulang dan pergi ke sekolah juga terjadi di Provinsi Sichuan, di Barat Daya China. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Masih ingat cerita anak-anak di Kabupaten Lebak, Banten, yang harus pulang dan pergi sekolah melewati jembatan gantung yang sudah putus? Ternyata hal serupa juga terjadi belahan dunia lain.

Berita miris mengenai nasib 15 anak sekolah yang harus mempertaruhkan nyawa saat pulang dan pergi ke sekolah juga terjadi di Provinsi Sichuan, di Barat Daya China.

Seperti dilaporkan The Sun, untungnya anak-anak berusia rata-rata 6-15 tahun itu harus melakukan perjalanan berbahaya itu hanya dua minggu sekali.

Setiap dua minggu sekali, mereka merayap di tebing yang nyaris tegak luru di ketinggian 2.624 khaki di Atule'er.

Para siswa yang tinggal di puncakl gunung itu, harus turun dari desa mereka untuk mencapai sekolah mereka yang ada di lembah.

Aksi mereka turun dan naik tebing tersebut diabadikan seorang fotografer, Huanqium, yang tengah melakukan perjalanan ke desa terpencil tersebut.

Saat melakoni perjalan tersebut, sekitar 17 anak sekolah itu diawasi para orangtua mereka.

Rata-rata anak-anak itu menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam dari desa mereka menuju ke sekolah bernama Le'er di Zhaojue County, Liangshan Yi Prefektur Otonomi.

Saat turun sekolah, waktu lebih cepat bisa mereka lakoni, hanya satu jam perjalanan.

Halaman
123
Penulis: Yamani Ramlan
Editor: Yamani Ramlan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved