Aksi Arsyad Main Api dan Injak Paku Bikin Penonto Wanita Histeris

Arsyad yang pernah meraih juara nasional lari maraton ini kembali menjadi pusat perhatian penonton. Dia menginjak-injak paku dengan kaki telanjang.

Aksi Arsyad Main Api dan Injak Paku Bikin Penonto Wanita Histeris
banjarmasinpost.co.id/syaiful anwar
Atraksi Arsyad memainkan api dalam pertunjukkan Sasra Marwah Sabita di Taman Budaya Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ada yang menarik dalam pertunjukan Sastra Marwah Sabita dari Sanggar Sesaji Banjarmasin di Gedung Balairungsari Taman Budaya Kalsel, Jumat (27/5) malam. Orang yang selama ini terpinggirkan dalam berbagai kegiatan dipercayakan sebagai bintang utama dalam pergelaran tersebut.

M Arsyad, yang di masa mudanya sebagai pelari jarak jauh Banua dan sekarang sering memperlihatkan keahliannya bermain api di pinggir jalan, dirangkul Sutradara Rudi Karno untuk terlibat dalam pertunjukannya.

Boleh dibilang, saat tampil di luar ruangan Arsyad lah yang menjadi bintang utamanya. Tanpa ada rasa takut sedikit pun, dia memutar bola api dengan kedua belah tangannya. Tak hanya itu, dia masuk ke dalam besi berbentuk lingkaran dan memutarnya dengan kencang diiringi musik gamelan yang berirama cepat.

Atraksi yang dilakukan Arsyad membuat penonton bertepuk tangan dan terkagum-kagum. Apalagi saat Arsyad bersama puluhan pemain lainnya, yang mengenakan baju hitam dan celana hitam dengan muka dicoret, menari membawa obor mengikuti irama musik gamelan. Mereka menari sambil menuju ke Gedung Balairungsari.

Dalam gedung, Arsyad yang pernah meraih juara nasional lari maraton khusus veteran ini kembali menjadi pusat perhatian penonton. Dia menginjak-injak paku dengan kaki telanjang.

Aksi ini diawali Arsyad dengan makan pisang. Setelah pisang habis dimakannya, Arsyad mengeluarkan mandau dan memotong 'kepala' manusia sawah. Kemudian dia menusuk hidungnya dengan senjata tajam tersebut.

Penonton mulai tegang ketika lelaki tua ini menaik kayu yang dipenuhi paku dan menginjak-injaknya dengan kaki telanjang. Tak hanya sampai di situnya, dia berbaring dan menggeliat-geliat di atas paku. Akibatnya beberapa penonton, khususnya wanita, histeris.

"Kami memang melibatkan Arsyad orang yang terpinggir. Saya juga menghadirkan perupa rumah adat yang selama tidak mendapat perhatian," papar Rudi Karno.

“Saya mengharapkan dengan penampilan di atas panggung, orang-orang terpinggirkan ini mendapat perhatian semua pihak,” tambahnya. (ful)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help