Hanya Tiga Orang yang Daftar, SDN Basirih 10 Perpanjang Waktu Pendaftaran

Bila SD di kota para pendaftar mebludak, di pelosok malah sebaliknya. Minimnya calon murid yang daftar, terpaksa sekolah memperpanjang masa pendaftara

Hanya Tiga Orang yang Daftar, SDN Basirih 10 Perpanjang Waktu Pendaftaran
antara kalsel
Murid SDN Basirih 10, Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin, Kalsel, menggunakan jukung untuk alat transportasi pulang pergi menuju ke sekolah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Di tengah serbuan murid baru di sekolah-sekolah dasar (SD) di Kota Banjarmasin, Kalsel, hingga banyak siswa yang ditolak karena kuota sekolah terbatas di pelosok malah sebaliknya. Minimnya calon murid yang daftar, membuat sekolah memperpanjang masa pendaftaran.

Seperti SDN Basirih 10, jumlah pendaftar hanya tiga orang, bahkan saat masa daftar ulang.

Akibatnya, kata Kepala SDN Basirih 10, M Yusri, pihaknya memperpanjang masa pendaftaran sampai awal tahun ajaran baru. "Kalau sesuai jadwal, bisa bertiga saja murid kami," katanya.

Sekolahnya sendiri terpencil karena sulit ditembus jalan darat. Biasanya murid dan guru berangkat dan pulang memakai kelotok atau jukung. Keadaan serupa juga menimpa sekolah pinggiran lainnya yakni SDN Benua Anyar 9 di Sungai Gampa. Sampai kemarin hanya tujuh pendaftar yang datang.

Parahnya, dari tujuh pendaftar itu, hanya satu orang yang memenuhi syarat umur minimal 6 tahun. "Kami tak mensyaratkan pakai psikolog. Untungnya mereka lulus TK," jelas Kepala SDN Benua Anyar 9, Basirun.

Keberadaan SDN tersebut juga terpencil. Letaknya jauh masuk jalan setapak yang rusak parah. Terkadang, guru berjalan 1,5 kilometer untuk mendatangi sekolah tersebut. Pihaknya pun membuka pendaftaran sampai awal tahun ajaran baru. Bahkan ada guru yang khusus membujuk anak agar mau sekolah disana.

"Ada anak berumur 7 tahun. Dia tak mau sekolah, jadi kami bujuk. Kalau dia mau, murid kami tahun ini jadi delapan untuk kelas 1," jelasnya.(mur/rmd)

Baca Lengkap di Banjarmasin Post Edisi Cetak, Kamis (2/6/2016)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help