126 Ritel Modern Kepung Banjarmasin, Pasar Tradisional Kian Terhimpit

Kehadiran pasar modern memang menjadi alternatif warga dalam memenuhi keperluan sehari-hari. Namun juga menjadi ancaman bagi pasar tradisional.

126 Ritel Modern Kepung Banjarmasin, Pasar Tradisional Kian Terhimpit
banjarmasinpost.co.id/apunk
Suasana transaksi di salah satu pasar tradisional di kota Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Eksistensi pasar tradisional yang ada di Kota Banjarmasin kian terhimpit dengan hadirnya pasar dan toko modern yang kian menjamur di Kota Seribu Sungai.

Hingga kini tercatat 126 ritel atau pasar modern yang beroperasi di kota ini. Dari jumlah itu terbagi 48 Indomaret, 60 Alfamart, 11 Foodmart dan sisanya ritel lokal. Mereka jadi alternatif warga Kota Banjarmasin dalam berbelanja guna memenuhi keperluan hidup sehari-hari.

Kehadiran pasar modern memang menjadi alternatif warga dalam memenuhi keperluan sehari-hari. Namun juga menjadi ancaman bagi pasar tradisional. Tak heran jika ada warga yang mulai meninggalkan pasar tradisional dan memilih ke toko modern dalam berbelanja.

Siska, salah satunya. Warga Kayu Tangi mengaku sudah jarang membeli ke pasar tradisional. Nyamannya layanan di ritel mjembuatnya meninggalkan pasar tradisional.

"Kadang harganya memang lebih mahal. Tapi yang pasti nyaman. Tak becek dan ruangannya ber-AC," kata ibu dua anak ini.

Meski begitu, ada juga yang masih suka di pasar tradisional. Seperti Lia, warga Kuin mengaku tetap belanja di Pasar Kalindo. Dia malah jarang membeli barang ke retail atau toko modern. "Kecuali tengah malah. Karena kan biasanya buka 24 jam," ujarnya.

Maraknya keberadaan toko modern di Banjarmasin sebenarnya mulai berdampak pada pedagang pasar tradisional. Seperti Senin (30/5/2016) lalu, belasan orang yang mewakili 76 pedagang Pasar Kasturi mengadu ke DPRD Kota Banjarmasin.

Ini terkait dengan banyak munculnya toko modern yang ada dekat pasar yang berlokasi di Jalan Brigjen Hasan Basri atau Kayu Tangi Ujung tersebut.

Mereka diterima Komisi II DPRD Banjarmasin. Keluhannya bertambahnya toko modern dekat pasar yang selama ini menghidupi mereka. Awalnya, ada dua toko modern yang berdiri sekitar 100 meter dari pasar. Lalu sekarang muncul lagi satu dengan jarak yang kurang lebih sama.

Sebenarnya, menurut perwakilan pedagang, Iwan mereka sudah melayangkan protes pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Banjarmasin. Malah mereka sudah memberikan permintaan kepada pihak toko modern agar tak membangun lagi. Surat itu ditembuskan ke Wali kota, camat Banjarmasin Utara, Lurah bahkan Kapolsek setempat pada 19 April 2016. Namun belum ada tanggapan.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hermansyah mengaku menghentikan sementara izin toko modern. Pihaknya akan mengevaluasi terlebih dahulu toko modern yang ada. Pihaknya akan melihat kondisinya sekarang termasuk terkait persyaratan berdasarkan Perda Nomor 20 Tahun 2012. Misalnya terkait jarak dan lainnya.

"Kita akan evaluasi dulu. Apakah sesuai aturan atau tidak. Misalnya jaraknya berapa sesuai aturan dan lainnya," katanya. (ire)

Baca Lengkap di Harian Banjarmasin Post Edisi Selasa (7/6/2016)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved