Ichwan Ancam Pecat Satpol PP Banjarmasin yang Beristri Lebih dari Satu, Ada Apa?

Ide ini muncul karena berkaca pada satu mantan anak buahnya oknum Satpol PP yang tertangkap melakukan pelecehan seksual, ternyata memiliki tiga istri.

Ichwan Ancam Pecat Satpol PP Banjarmasin yang Beristri Lebih dari Satu, Ada Apa?
banjarmasinpost.co.id/murhan
Petugas Satpol PP saat razia di salah satu rumah makan di Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Mencuatnya kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan dua anggota Satpol PP Kota Banjarmasin berimbas pada anggota lainnya. Semua anggota Satpol PP Kota Banjarmasin sedang diinventarisasi apakah memiliki istri lebih dari satu atau berpoligami.

Dibentuk tim khusus di tubuh Satpol PP Kota Banjarmasin untuk menyelidikinya. Tim itu menelusuri tiap anggota yang memiliki istri lebih dari satu baik secara sah atau pun siri.

Kasatpol PP Kota Banjarmasin, Ichwan Noor Chalik, Senin (6/6/2016) mengatakan, ide ini muncul karena berkaca pada satu mantan anak buahnya yang tertangkap melakukan pelecehan seksual, ternyata memiliki tiga istri. Padahal dia berstatus PNS.

"Kami sudah bentuk tim untuk menelisik amggota Satpol PP yang punya 'colokan' lebih dari satu," kata pria yang juga menjaba Plt Sekdako Banjarmasin ini.

Tindakan ini diambil karena anggota Satpol PP yang memiliki istri lebih dari satu cenderung berbuat aneh, apalagi statusnya cuma kontrak. "Kalau kontrak dengan gaji seadanya punya istri dua. Padahal tuntutan hidup tinggi. Bisa jadi mereka akan melakukan pungutan liar, jadi beking atau lainnya," katanya.

Dia melihat ada beberapa anggotanya yang memiliki istri lebih dari satu. Makanya diperjelas lagi lewat penyelidikan oleh tim. Jika ada yang memiliki istri lebih dari satu, untuk pegawai kontrak langsung diberhentikan. Sedangkan bagi PNS diberi pilihan terlebih dahulu. "Diceraikan supaya cuma tinggal yang sah atau diberhentikan," ujar Ichwan.

Tindakan ini, kata Ichwan, sudah sesuai dengan undang-undang kepegawaian, PNS dilarang beristri lebih dari satu tanpa izin istri pertama dengan bukti pengadilan agama. "Walaupun itu istri siri, tetap kita berlakukan aturan itu. Tinggal pilih, ceraikan satunya atau tetap jadi PNS," terang Ichwan.

Terkait Fad, PNS Satpol PP dan Amr, tenaga kontrak yang diberhentikan tanpa menunggu proses hukum diakui Ichwan sempat jadi pertanyaan anal buahnya. Menurutnya, pelanggaran mereka bukan hanya terkait pelecehan seksual tapi pelanggaran protap. Keduanya juga memalsukan tanda tangan saat menjemput An.

"Tindakan mereka juga mencoreng nama Satpol PP Kota Banjarmasin yang dibangun sejak beberapa tahun ini. Semuanya hancur dalam semalam," katanya.

Tindakan ini dilakukan juga sebagai shock therapy bagi anggota yang lain agar tak melakukan hal serupa. "Belum lagi adanya kemungkinan rusuh malam itu. Jadi bukan sekadar pelecehan seksualnya," jelasnya. (ire)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help