Jalan Menuju Martapura Ditutup, Pengendara Asal Hulu Sungai Kesal Terpaksa Balik Arah

Jalan itu ditutup sejak Senin (6/6) siang dan tak bisa dilintasi para pengendara dari dua arah, menuju arah Kota Martapura atau Karang Intan.

Jalan Menuju Martapura Ditutup, Pengendara Asal Hulu Sungai Kesal Terpaksa Balik Arah
banjarmasinpost.co.id/abdul ghanie
Jalan di Pingaran Ulu, Astambul Kabupaten Banjar tengah dalam perbaikan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Rasa kesal nampak terlihat di wajah Johan usai menemui jalan yang hendak dilintasinya di Desa Pingaran Ulu, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar.

Penyebabnya, jalan itu ditutup sejak Senin (6/6) siang. Sama sekali tidak bisa dilintasi para pengendara dari dua arah, menuju arah Kota Martapura atau ke arah Karang Intan.

Ia yang saat itu bersama seorang rekannya mengendari mobil jenis bak terbuka, bermaksud mengantarkan sebuah lemari ke seorang pelanggannya. Namun lantaran mereka berasal dari Kota Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara, tidak mengetahui situasi jalan setempat.

"Saya cuma tahu akses jalan ini saja. Kalau jalur lain, saya tidak tahu," keluhnya.

Namun masalah Johan pun tak berlangsung lama tuntas, setelah seorang warga Pingaran Ulu memberitahukan jalan alternatif. Ia pun terlihat lega. "Tadi tidak ada melihat papan petunjuk menuju jalan alternatif atau pun papan pemberitahuan," imbuh Johan.

Sementara itu, seorang warga Desa Pingaran Ulu, Syamsul, mengaku sering menemui pengendara roda empat yang terpaksa berputar arah. Mereka kerap terlewat dari jalan alternatif yang semestinya dilewati menuju jalan yang masih ditutup.

"Bahkan banyak pengendara roda empat ngotot hendak melewati jalan tikus karena malas berputar arah. Mungkin merasa tertipu karena tidak mendapati pemberitahuan adanya perbaikan jalan," terang Syamsul.

Ia pun menambahkan, setidaknya perbaikan jalan yang semula ambles di Desa Pingaran Ulu dapat segera diselesaikan. Mengingat, melihat tingginya pengguna jalan memanfaatkan akses jalan tersebut sehingga tak sedikit pula merasa terganggu.

"Kalau pengerjaannya, sekitar dua minggu. Harapan kami, semoga saja segera diselesaikan," terang dia.

Sementara itu, Kabid Bina Marga Banjar, Solhan, mengaku, sudah lebih dari dua minggu mengerahkan pekerja untuk memperbaiki jalan ambruk di Desa Pingaran Ulu. Ia memperkirakan penyelesaian perbaikan bisa dalam waktu dekat ini.

Kendati demikian, Solhan mengatakan, bila perbaikan berupa coran sudah rampung dilaksanakan, itupun belum tentu bisa langsung dilewati. Pasalnya, menunggu kondisi cor semen benar-benar kering dan padat, sehingga perlu waktu sekitar 28 hari lagi.

"Pengerjaan perbaikan masih kami laksanakan. Jadi, tak ada masalah. Hanya semestinya, warga pun dapat bersinergi guna kelancaran akses lalu lintas. Terutama dalam hal pemberian penunjuk atau pemberitahuan perbaikan jalan, " tutup Solhan. (gha)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved