Jual Daging Sapi Segar Rp 39.000 Per Kg, Pemprov DKI Gelontorkan Rp 7,4 Miliar

Untuk bisa menjual daging sapi dengan harga tersebut, Pemprov DKI menggelontorkan anggaran subsidi Rp 7,4 miliar.

Jual Daging Sapi Segar Rp 39.000 Per Kg, Pemprov DKI Gelontorkan Rp 7,4 Miliar
tribunnews.com
Harga daging sapi di Banjarmasin melonjak dari Rp 100 ribu menjadi Rp 120 ribu per kilogram. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menjual daging sapi bersubsidi yang dibanderol pada harga Rp 39.000 per kilogram. Harga itu jauh lebih murah dari harga di pasaran yang berkisar pada Rp 120.000-Rp 130.000 per kg.

Untuk bisa menjual daging sapi dengan harga tersebut, Pemprov DKI menggelontorkan anggaran subsidi Rp 7,4 miliar. Anggaran itu digunakan untuk penyediaan daging sapi yang telah dikemas yang jumlahnya mencapai 120 ton, ditambah 55 ton daging ayam.

Daging itu didistribusikan oleh BUMD milik Pemprov DKI yang bergerak di bidang distribusi pangan, yakni PD Dharma Jaya.

"Semuanya untuk ketahanan pangan jelang Lebaran kita biayai subsidi (untuk) 175 ton (daging sapi dan ayam)," kata Kepala Bidang Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Dinas Kelautan, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (DKPKP) DKI Jakarta, Sri Haryati, saat dihubungi, Rabu (8/6/2016).

Daging sapi murah seharga Rp 39.000 hanya diperuntukan bagi kalangan terbatas. Mereka adalah keluarga yang anaknya merupakan peserta Kartu Jakarta Pintar, pekerja harian lepas (PHL), petugas prasarana dan sarana umum (PPSU), dan penghuni rumah susun.

Daging sapi murah itu akan dijual Pemprov DKI untuk warga di rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang dikelola Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, di antaranya Rusunawa Marunda, Pulogebang, dan Muara Angke. Penjualan di rusunawa bertujuan agar peruntukannya bisa tepat sasaran.

"Pak Gubernur (Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok) kan ingin transaksinya non-tunai. Agar tepat sasaran dan datanya terekam, makanya peruntukannya untuk pemegang KJP, PHL, dan PPSU," kata Direktur Utama PT Dharma Jaya, Marina Ratna Dwi Kusuma.

Tahun lalu, Pemprov DKI juga sempat mengadakan kegiatan serupa. Penjualannya pun dilakukan saat Ramadan, jelang datangnya Lebaran. Namun, lokasinya tidak berada di rusun dan peruntukannya pun belum diatur seperti saat ini. (kompas.com)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved