Travel Banjarmasin

Pemakai Cinderamata Berbentuk Peluru Ini Tak Boleh Menoleh ke Belakang, Kira-kira Maksudnya Apa ya?

menurut sejarahnya, kacamati ini dulu diyakini adalah tongkat milik satu di antara khulafaur rasyidin yang juga sepupu sekaligus menantu dari Nabi

Pemakai Cinderamata Berbentuk Peluru Ini Tak Boleh Menoleh ke Belakang, Kira-kira Maksudnya Apa ya?
banjarmasinpost.co.id/yayu fathilal
Di sekitar makam sang ulama ini di Desa Pelampayan Tengah, Kabupaten Banjar banyak ditemui penjual suvenir seperti ini. 

“Kacamati ini bisa dikalungkan, bisa juga diikat di pinggang. Kalau yang berukuran kecil biasanya dikalungkan. Yang besar-besar yang talinya lebih panjang biasanya diikatkan di pinggang,” tambahnya.
Kemudian, saat memakainya adalah ketika hendak keluar rumah.

Setelah mengucapkan basmalah, lalu kacamati dikalungkan atau diikat ke pinggang.

Kemudian, pemakainya dilarang menoleh ke belakang, kecuali jika sudah pulang ke rumah.

“Tujuannya supaya yakin saja. Kalau nggak yakin lalu menoleh-noleh ke belakang, biasanya kacamati sebagai penjaga keselamatan diri kita tidak akan berfungsi,” tuturnya.

Bahkan, menurut sejarahnya, kacamati ini dulu diyakini adalah tongkat milik satu di antara khulafaur rasyidin yang juga sepupu sekaligus menantu dari Nabi Muhammad SAW, yaitu Ali bin Abi Thalib.

Kacamati ini dibanderol antara Rp 25 ribu hingga Rp 150 ribu.

“Yang paling kecil Rp 25 ribu, yang sedang Rp 35 ribu dan yang paling besar Rp 150 ribu,” katanya.

Lihat video di sini:

Halaman
123
Penulis: Yayu Fathilal
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved