Guyuran Daging Sapi Impor Belum Pengaruhi Harga Pasar di Banjarmasin

Namun, guyuran daging impor yang dibanderol Rp 80.000 per kilogram (kg) itu belum mampu mempengaruhi harga daging sapi lokal.

Guyuran Daging Sapi Impor Belum Pengaruhi Harga Pasar di Banjarmasin
banjarmasinpost.co.id/aya sugianto
Warga berjejal membeli daging sapi beku impor di halaman Disperindag Kalsel, Kamis (9/6/2016) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Memasuki Ramadan hari keempat, harga sejumlah kebutuhan pokok terus merambat naik. Kenaikan antara lain terjadi pada komoditas beras, sayur mayur khususnya yang didatangkan dari pulau Jawa seperti wortel dan kentang, lalu ikan dan daging ayam.

Berdasarkan pantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Banjarmasin, di Pasar Antasari, Pasar Kalindo dan Pasar Sederhana, perubahan harga sejumlah bahan pokok kisaran Rp 50 - Rp 1.200 per kilogramnya.

Misalnya beras, pada Rabu (8/6/2016), kisaran atau harga rata-rata Rp 11.181 - Rp 14.583 per kilogram (kg), tapi Kamis (9/6/2016) menjadi kisaran Rp 11.250 - Rp 14.653. Gula pasir Rp 16.500 naik menjadi Rp 16.667. Adapun wortel dari Rp 16.556 per kg menjadi Rp Rp 17.778, (lihat tabel).

Sementara itu, sudah dua hari, terhitung sejak Rabu (8/6/2016), Perum Bulog Divre Kalimantan Selatan menggelar operasi pasar daging sapi impor. Namun, guyuran daging impor yang dibanderol Rp 80.000 per kilogram (kg) itu belum mampu mempengaruhi harga daging sapi lokal.

Sampai kemarin, harga daging sapi lokal masih tetap di kisaran Rp 120.000-Rp 130.000 per kg.
Hj Siti seorang penjual daging sapi di Pasar Lama Banjarmasin menyatakan penjualan daging sapi di bulan puasa ini tetap mengalami peningkatan, dari biasanya 25 kg per hari menjadi Rp 30 kg per hari.

Harga jual daging juga tak banyak mengalami perubahan. “Kalau saya jual masih di kisaran Rp 120.000 sampai Rp 125.000 per kilo untuk daging sapi kualitas nomor satu,” ujarnya, Kamis (9/6/2016).

Terkait dengan penjualan daging sapi impor yang dipasarkan Kalsel'>Bulog Kalsel dengan harga lebih murah, menurut Siti hal itu belum begitu berpengaruh terhadap harga daging sapi di pasaran.

Kepala UPTD RPH/RPU Basirih H Sulasno menyatakan, di bulan puasa sapi yang dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) mengalami peningkatan sekitar 50 persen. Dalam kondisi normal rata-rata sapi yang dipotong 17-18 ekor per hari, sekarang ini rata-rata 25 ekor per hari.

Sapi yang dipotong itu didatangkan dari Bali, NTB dan Madura. Stok cukup untuk memenuhi kebutuhan. Sedangkan unggas yang dipotong per hari sekarang ini rata-rata 40.000 ekor, naik sekitar 25 persen dibanding hari biasanya sebanyak 30.000 ekor.

"Stok sapi maupun ayam cukup, pasokan pun lancar. Kalau terjadi kenaikan harga jual itu karena pedagang ingin mendapatkan keuntungan karena permintaan pasar mengalami peningkatan," katanya. (drt)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help