Bekas Pasar Mungkur Uyam Bakal Jadi Pusat Kuliner Balangan

pihaknya beberapa kali melakukan komunikasi di dua dinas tersebut, namun keduanya seperti berkilah dengan berbagai alasan.

Bekas Pasar Mungkur Uyam Bakal Jadi Pusat Kuliner Balangan
banjarmasinpost.co.id/elhami
Bangunan eks Pasar Mungkur Uyam di Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Kurang lebih empat tahun kondisi bangunan eks Pasar Mungkur Uyam yang berada di Desa Mungkur Uyam Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan terbengkalai, kini akhirnya punya kejelasan rencana pembangunan.

Sebelumnya berdasarkan catatan BPost sejak pertama kali diekspos, kondisi eks Pasar Mungkur Uyam tak kunjung ada kejelasan, apalagi diberi sentuhan, kapan rencana adanya pembangunan agar kembali berfungsi.

Pihak Kecamatan Juai pun beberapa kali berupaya membicarakan dan melaporkan kepada dinas terkait seperti Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten (Disperindagkop) Balangan dan Badan Lingkuhan Hidup dan Kebersihan (BLHK) Balangan.

Camat Juai Nor Aspariah saat kembali dikonfirmasi oleh BPost mengatakan, pihaknya beberapa kali melakukan komunikasi di dua dinas tersebut, namun keduanya seperti berkilah dengan berbagai alasan.

Seperti di Disperindagkop, menurut mereka itu bukan milik Disperindagkop asetnya, dan juga tak layak lagi dijadikan pasar, oleh karena tak ada wewenang untuk rencana pembangunan.

"Lalu diusulkanlah ke BLHK, saya jalin lagi komunikasi ke sana, katanya tak ada anggaran untuk pembangunan," ujarnya kepada BPost Online.

Namun berbagai upaya yang dilakukannya, akhirnya perencanaan pembangunan eks Pasar Mungkur Uyam tersebut kini sudah mulai ada titik terang, yakni sudah dimasukkan dalam anggaran APBD.

"Alhamdulillah tiap kecamatan dapat dana APBD Rp 2 miliar termasuk Juai, nah sebelumnya ada pembahasan di Musrenbang soal eks Pasar Mungkur Uyam, lalu dimasukkan lah di anggaran tersebut," jelasnya.

Lebih lanjut menurut satu-satunya perempuan yang menjabat sebagai Camat di Balangan ini mengungkapkan, bahwa pagu anggaran sudah dimasukkan untuk rencana pembangunan.

"Sudah kami masukkan, pagunya Rp 250 juta, tapi pengerjaannya menunggu tahun 2017 oleh pihak Dinas Pekerjaan Umum Balangan, kami hanya merencanakan dikertas saja," ujarnya.

Disinggung soal desain perencanaan pembangunannya, Nor Aspariah menjelaskan bahwa bangunan tersebut rencananya akan kembali dijadikan pusat kuliner di Kecamatan Juai.

"Nanti di pasangi batapres, bangku dan lampu sorot, kita akan jadikan pusat kuliner, sementara itu dulu perencanaanya, kalau dijadikan pasar tak memungkinkan lagi," katanya.

Penulis: Elhami
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved