Kredibilitas Pansel Terancam, Hamli Tetap Daftar Sekdako Banjarmasin

Mendaftar di seleksi terbuka itu, menurutnya sebagai bagian membantu tim pansel bekerja agar lancar. Mengingat, sistem ini pertama kali di Kalsel.

Kredibilitas Pansel Terancam, Hamli Tetap Daftar Sekdako Banjarmasin
banjarmasinpost.co.id/murhan
Hamli Kursani menyerahkan berkas pendaftaran Sekdako kepada panitia seleksi, Jumat (17/6/2016). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Mencuatnya kasus dugaan pemalsuan ijazah S2 oleh salah satu anggota Panitia Seleksi (Pansel) Sekdako Banjarmasin, Rifqinizami Karsayuda sepertinya tak mempengaruhi niat Hamli Kursani mendaftar lelang terbuka sekda Kota Banjarmasin.

Asisten 1 Kota Banjarmasin tersebut, Jumat (17/6/2016) mengantarkan berkas persyaratan ke kantor BKD Kota Banjarmasin. Lamarannya diterima Kepala BKD dan Diklat Kota Banjarmasin, Ahmad Husaini.

Layaknya calon kepala daerah membawa berkas ke KPU, Hamli menebar senyum. Dia sempat memperlihatkan surat lamaran bertulis tangannya dan bermaterai Rp 6.000. Menurutnya, dia sengaja melamar pada hari itu karena tanggalnya sama dengan hari lahirnya yakni 17.

"Saya kan lahir tanggal 17 Desember 1960. Jadi kebetulan sama. Harinya juga Jumat, mudah-mudahan berkah," katanya.

Mendaftar di seleksi terbuka itu, menurutnya sebagai bagian membantu tim pansel bekerja agar lancar. Mengingat, sistem ini pertama kali dilakukan di Kalsel.

"Lelang sekda di Banjarmasin ini adalah pioner, jadi harus dibantu. Salah satunya diramaikan dengan banyaknya peserta lelang," katanya.

Baginya, masalah hasil diserahkannya pada tim pansel sekda yang sudah dilantik beberapa bulan lalu.

"Saya perlu waktu lama hingga mendaftar lelang sekda agak di akhir waktu," katanya.
Terkait ada anggota tim pansel yang terlibat kasus dugaan pemalsuan ijazah, Hamli mengaku tak terganggu.

"Sebagai peserta, soal kredibelitas Rifqi, bukan ranah saya. Saya percaya saja, kan anggota pansel ada lima orang," jelasnya.

Sementara Sekretaris Pansel Lelang Sekda, Ahmad Husaini. mengatakan, sampai saat kemarin, sudah ada tiga pendaftar. Mereka adalah Muhammad Yusuf Effendi dari Pemkab Hulu Sungai Selatan, Siswansyah dari Pemprov Kalsel dan Hamli Kursani dari Pemko Banjarmasin.
Husaini yakin masih ada nama lain yang menyusul mendaftar.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved