Dugaan Ijazah S2 Palsu Dosen ULM

UB Pertimbangkan Cabut Gelar S3 MRK, Kirim Tim ke Malaysia

Menurut Prija, jika keabsahan ijazah S2 nanti tidak didapatkan, maka Rektor UB bisa membatalkan ijazahnya, sebab ijazah S2-nya tidak sah.

UB Pertimbangkan Cabut Gelar S3 MRK, Kirim Tim ke Malaysia
banjarmasinpost.co.id
Cover BPost Edisi Selasa (21/6). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Setelah Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM), giliran tim dari FH Universitas Brawijaya (UB) mengirim tim ke Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM).

Tujuannya tak jauh beda dengan tim yang dikirim ULM yakni menginvestigasi dan klarifikasi UKM terkait ijazah S2 MRK.

Tim FH UB dipimpin langsung dekan Dr Rachmad Safaat SH MH dan wakil dekan I Dr Prija Djatmika SH MH. “Kami akan berangkat ke Malaysia pada Kamis (23/6) mendatang, “ ungkap Prija, Senin (20/6/2016).

FH UB sendiri telah menerima email hasil investigasi ULM di UKM. Namun seperti dikatakan Wakil Dekan I FH UB Dr Prija Prijatna, pihaknya tidak bisa memakai hasil dari ULM.

Hasil dari ULM tidak bisa dipakai karena yang dipakai MRK mendaftar ke S3 di UB adalah ijazah dari UKM Malaysia. “Sehingga, UB perlu melakukan klarifikasi sendiri ke UMK untuk kepastiannya,” ujarnya prija, Senin (20/6).

Menurutnya, mereka akan bertemu dekan FH dan Rektor UKM. Hasil dari pertemuan itu akan dijadikan UB untuk mengambil keputusan. Misalkan ada pembatalan ijazah S3-nya karena ijazah S2 yang dipakainya misalkan tidak sah.

"Dari yang bersangkutan kita juga sudah komunikasi," ungkap Prija.

Menurut Prija, Rifqi sudah membuat kronologi dan disampaikan ke UB pekan lalu saat kasusnya ramai dibicarakan. Menurut Prija dari keterangan Rifqi, sudah mengerjakan tesis di UKM.

Namun masih ada revisi-revisi sumir yang harusnya dikerjakannya. Dengan alasan ayahnya sakit, setelah ujian, ia langsung pulang ke Indonesia.

Sedang untuk revisinya dalamnya, dia minta tolong temannya yang mengurus ke UKM. Temannya kemudian mengirimkan ijazahnya. Dia mengira ijazahnya asli. Masalahnya, teman yang menguruskan itu sudah meninggal dunia. "Jadi, tidak ada saksi," katanya.

Menurut Prija, jika keabsahan ijazah S2 nanti tidak didapatkan, maka Rektor UB bisa membatalkan ijazahnya. Sebab ijazah S2-nya tidak sah. Tembusan suratnya akan disampaikan ke Kemerintek Dikti.

"Jadi, ijazah yang diakui nanti ya S1-nya yang dari UII Jogjakarta itu," tuturnya.(sw/surya)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help