Dugaan Ijazah S2 Palsu Dosen ULM

Ibnu Sina Siapkan Dua Pengganti MRK Di Pansel Sekdako

Sedangkan Muhammad Rifqinizami Karsayuda (MRK) yang merupakan salah satu anggota Pansel Sekdako Banjarmasin tak muncul dalam rapat tersebut.

Ibnu Sina Siapkan Dua Pengganti MRK Di Pansel Sekdako
banjarmasinpost.co.id/murhan
Panitia Seleksi Sekdako Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Setelah berhasil menjaring sembilan pendaftar untuk lelang terbuka Sekdako Banjarmasin, Panitia Seleksi (Pansel) menggelar rapat, Rabu (22/6/2016) siang.

Dari lima pansel hanya empat yang datang yakni M Arsyad, HM Thamrin, Hafiz Anshari dan Sumitro. Sedangkan Muhammad Rifqinizami Karsayuda (MRK) yang merupakan salah satu anggota Pansel, tak muncul dalam rapat tersebut.

Seperti diketahui MRK sedang ditimpa dalam kasus dugaan pemalsuan ijazah. Terkait ini, Sekretaris Pansel, Ahmad Husaini kembali menegaskan kalau kasus yang menimpa MRK dengan pansel tak ada hubungannya. Penetapan MRK sebagai anggota pansel terkait sebagai perwakilan akademisi ULM.

Namun, sebagai anggota pansel, dia harus aktif. Jika tidak bisa aktif, dia berhak untuk digantikan. "Jadi jika nanti diganti, ini terkait ketidakaktifannya," katanya.

Sebelumnya pihaknya sudah menghubungi MRK, namun sampai sekarang tak bisa dihubungi baik secara langsung atau telepon. Ini untuk meminta kepastiannya apakah tetap di pansel atau mundur.

"Kami akan menghubungi keluarganya untuk memastikan," katanya.

Jika mundur, pihaknya sudah menyiapkan penggantinya. Hal ini juga sudah dikonsultasikan ke Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina. Ada dua kandidat yang mengantikannya di pansel.

Mengingat, dalam aturan pansel, jumlahnya minimal lima orang. Jadi tidak bisa hanya empat orang yang bekerja. Pansel sudah bekerja.

Selasa (21/9/2016) sudah ditutup pendaftaran peminat kursi sekda Banjarmasin. Hasilnya ada sembilan yang mendaftarkan diri. Mereka adalah Staf Ahli Bidang Pemerintahan Pemkab Tapin, Leuhem Mahfuzi, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kotabaru, Khairi Juni, Sekretaris DPRD Kota Banjarmasin, Faturrahim dan Asisten 1 Pemerintahan Pemkab Tapin, Yunus.

Sebelumnya ada Siswansyah (staf Ahli Pemprov Kalsel), M Yusuf Effendi (Pemkab Hulu Sungai Selatan) dan Hamli Kursani. Hari terakhir ada dua yakni Khairil Anwar (Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kota Banjarmasin) dan Gustafa Yandi (Kepala Dinas Pendapatan Kalsel).

Sekretaris Panitia Seleksi, Ahmad Husaini mengatakan, mereka akan diseleksi secara administrasi. Hasilnya diumumkan (27/6/2016). Merekalah yang berhak terus diseleksi.

Mereka nantinya diseleksi panitia seleksi hingga didapat tiga calon. Merekalah yang akan dipilih wali kota. Dijadwalkan proses selesai 24 Juli dan pelantikan Agustus 2016.

Sebelumnya, Ibnu sendiri mengaku sebelum ditunjuk Komisi ASN mengusulkan tujuh nama. Rupanya hanya lima yang disetujui.

"Kebetulan dari dua yang tak terpilih itu salah satunya juga akademisi ULM. Jadi tak masalah untuk penggantinya," katanya. (ire)

Penulis: Murhan
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help