Vaksin Palsu

Anda Curiga Anak Dapat Vaksin Palsu, Perhatikan Ciri-ciri Vaksin Palsu

Mengutip Kompas.com, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengatakan, anak yang mendapat vaksin palsu seharusnya kembali diimunisasi.

Anda Curiga Anak Dapat Vaksin Palsu, Perhatikan Ciri-ciri Vaksin Palsu
tribunnews.com
Vaksin palsu khusus balita yang disita pnyidik Direktorat Tindak Pidana Khusus Bareskrim Polri. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Curiga anak Anda mendapat vaksin palsu? Jangan panik.

Ini yang harus Anda lakukan.

Pertama yakni melapor ke dokter anak, puskesmas atau rumah sakit terdekat.

Rumah sakit akan melakukan observasi dan nantinya akan diberikan vaksin baru.

Mengutip Kompas.com, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengatakan, anak yang mendapat vaksin palsu seharusnya kembali diimunisasi.

Sebab, mereka yang mendapat vaksin palsu tentu tidak mendapat manfaat kebal terhadap suatu penyakit.

"Harus divaksin ulang. Kalau ini isinya hanya cairan, tentu tidak berfungsi sama sekali. Jadi, kita berikan ulang pada mereka," kata Nila dalam jumpa pers di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Jumat (24/6/2016) lalu.

Hasil penyelidikan sementara, vaksin palsu berisi cairan dan antibiotik yang kadarnya sangat sedikit.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia dr Aman Pulungan, SpA mengungkapkan, kerugian terbesar jika mendapat vaksin palsu adalah tidak kebal.

"Misalnya divaksin palsu untuk hepatitis B, jadinya anak tidak kebal hepatitis B," kata Aman.

Halaman
1234
Editor: Didik Trio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved