Paus Fransiskus: Gereja Katolik Seharusnya Minta Maaf kepada Kaum Gay

"Mereka juga harus meminta maaf kepada kaum miskin, wanita yang tereksploitasi, anak-anak di bawah umur yang harus bekerja"

Paus Fransiskus: Gereja Katolik Seharusnya Minta Maaf kepada Kaum Gay
AFP PHOTO
Paus Fransiskus 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus mengatakan, Gereja Katolik seharusnya meminta maaf kepada kaum gay dan kelompok-kelompok lain yang selama ini diserang ataupun dieksploitasi oleh gereja.

"Bahkan, saya percaya gereja seharusnya tak hanya harus meminta maaf kepada kaum gay yang selama ini mereka serang," ungkap Paus, Minggu (26/6/2017), seperti dilansir CNN.

"Mereka juga harus meminta maaf kepada kaum miskin, wanita yang tereksploitasi, anak-anak di bawah umur yangharus bekerja. Gereja pun harus memohon ampun karena memberkati 'kekerasan'," sambung Paus lagi.

Pernyataan ini disampaikan Paus dalam jumpa pers di atas pesawat yang membawa dia kembali ke Roma dari kunjungan di Armenia.

Dia mengatakan ini sebagai jawaban dari komentar yang dilansir the Irish Times, Jumat lalu, yang mengutip Kardinal Jerman Cardinal Reinhard Marx yang mengatakan Gereja Katolik seharusnya meminta maaf karena sudah berpandangan negatif terhadap kaum gay.

Dia meneyebut, jika berkiblat kepada ajaran Gereja Katolik tentang pernghormatan, maka seharusnya tidak ada diskriminasi terhadap kaum gay.

Menurut Paus, orang bisa saja mengecam kelompok itu atas jalan yang mereka pilih. "Tetapi bukan dengan alasan ideologis, hanya sebatas kecaman saja. Kerap, protes ofensif yang dilayangkan kepada pihak lain menjadi keterlaluan dan malah tak berkaitan dengan masalah yang sesungguhnya," ungkap dia.

Pau lalu menyebut, di sejumlah tradisi dan budaya ada semacam perbedaan kondisi mental dalam menghadapi persoalan gay. Namun Paus kembali mengulang perkataannya, "siapa yang kita hakimi? Bagaimana jika orang gay memiliki kemauan yang baik dan mencari Tuhan?"

Paus pertama kali mengucapkan pernyataannya itu di tahun 2013, juga di dalam konferensi pers di dalam pesawat.

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved