Tarif Sewa Gedung Milik Pemkab di Tanjung Bakal Jadi Lebih Mahal, Ada Apa?

Untuk yang diusulkan ada kenaikan adalah Gedung Sarabakawa, Gedung Pusat Informasi Pembangunan dan Gedung Joeang Kabupaten Tabalong.

Tarif Sewa Gedung Milik Pemkab di Tanjung Bakal Jadi Lebih Mahal, Ada Apa?
antara
Atraksi kesenian daerah di Gedung Sarabakawa Tanjung, Tabalong 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Masyarakat yang akan menggunakan gedung atau aula milik Pemkab Tabalong untuk kegiatan baik sosial, komersil dan perkawinan, kemungkinan harus bersiap-siap merogoh kocek lebih dalam.

Soalnya, saat ini tengah diusulkan adanya kenaikan tarif bebeberapa gedung atau aula milik Pemkab Tabalong dari tarif sebelumnya yang tercantum di Perda Kabupaten Tabalong No 11 tahun 2010 tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah.

Pengusulan kenaikan tarif sewa gedung atau aula itu nantinya akan dibuat berupa Perda tahun 2015 tentang Perubahan Atas Perda Kabupaten Tabalong No 11 tahun 2010 tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah.

"Saat ini sedang dalam proses pembahasan di dewan," kata Kepala Bidang Kekayaan dan Aset Daerah pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah (BPKKD) Kabupaten Tabalong, Husin Ansari.

Untuk yang diusulkan ada kenaikan adalah Gedung Sarabakawa, Gedung Pusat Informasi Pembangunan dan Gedung Joeang Kabupaten Tabalong.

Gedung Sarabakawa tarif baru Rp1 juta untuk satu kali pemakaian dari pukul 06.00-18.00 dan Rp1.250.000 dari pukul 18.00-06.00 Wita, bila untuk kegiatan pemerintah, sosial atau pendidikan.

Untuk kegiatan komersil tarifnya untuk siang hari dari pukul 06.00-18.00 menjadi Rp1,5 juta dan Rp 2 juta, untuk malam hari dari pukul 18.00-06.00 Wita.

Sementara bila untuk kegiatan resepsi perkawinan dan sejenisnya maka tarifnya untuk siang hari Rp 2,5 juta dan malam hari Rp 3.5 juta masing-masing untuk satu kali pemakaian.

Kemudian, Gedung Pusat Informasi Pembangunan jika digunakan untuk kegiatan pemerintah, sosial atau pendidikan tarifnya menjadi Rp1 juta pada siang hari dan Rp1.250.000 pada malam hari untuk sekali pemakaian.

Jika digunakan untuk komersil tarifnya menjadi Rp 2 juta pada siang hari dan Rp 2,5 juta pada malam hari untuk sekali pemakaian.

Selanjutnya, Gedung Joeang Kabupaten Tabalong tarif baru menjadi Rp.750 ribu pada siang hari dan malam hari Rp 1 juta untuk sekali pakai bila digunakan untuk kegiatan pemerintah, sosial dan pendidikan.

Jika digunakan untuk kegiatan komersil maka tarifnya menjadi Rp1.250.000 siang hari dan Rp1.750.000 malam hari untuk sekali pakai.

Sedangkan jika digunakan untuk resepsi perkawinan atau sejenisnya dikenakan tarif sekali pakai untuk siang hari Rp 1,5 juta dan malam hari Rp 2 juta.

"Jadi ada yang mengalami kenaikan hingga 50 persen dari tarif lama," kata Husin.
Sebelumnya, tarif ketiga tempat itu hanya Rp. 500 ribu untuk satu kali pemakaian dari pukul 06.00-18.00 dan Rp 650 ribu dari pukul 18.00-06.00 Wita, tarif itu untuk kegiatan sosial.

Jika digunakan untuk kegiatan komersil maka tarifnya untuk siang hari dari pukul 06.00-18.00 Rp1 juta dan Rp 1,5 juta, untuk malam hari dari pukul 18.00-06.00 Wita. (dny)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved