Duh, Napi Pacaran Ikut Manfaatkan Bilik Asmara di Rutan Pelaihari

Menurut Kamal, bilik asmara pernah diuji coba di daerah lain. Hasilnya, bilik itu disalahgunakan sehingga tak difasilitasi lagi.

Duh, Napi Pacaran Ikut Manfaatkan Bilik Asmara di Rutan Pelaihari
Banjarmasin Post Group
Ilustrasi- Para pengunjung di depan gerbang masuk Rutan Rantau 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Pihak Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Pelaihari, enggan menyediakan bilik asmara, sebagai tempat untuk menyalurkan hasrat biologis tahanan dan narapidana.

"Banyak mudaratnya daripada manfaatnya," kata Kepala Rutan Pelaihari, HM Kamal yang ditemui di kantornya di Jalan Anang Syairani Kelurahan Saranghalang, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut, Senin (11/7/2016).

Menurut Kamal, bilik asmara pernah diuji coba di daerah lain. Hasilnya, bilik itu disalahgunakan sehingga tak difasilitasi lagi. Mudarat yang dimaksud dia, di antaranya banyak napi yang melakukan hubungan asmara hanya karena nikah siri.

“Ada juga yang hanya berpacaran, namun menggunakan tempat itu,” sebut Kamal.

Lantas bagaimana para napi menyalurkan hasrat birahinya dengan istri mereka? Kamal mengatakan, di Rutan Pelaihari tetap ada kesempatan untuk hal tersebut.

"Kami punya cuti bersyarat, cuti menjelang bebas dan permohonan bebas bersyarat. Waktunya lama, hingga empat bulan dan tiap pekan napi tersebut wajib lapor," jelas dia.

Ditanya apa saja syarat bagi napi yang ingin mengajukan dispensasi itu? Menurut Kamal terlebih dahulu harus mendapat persetujuan tim pengawas pemasyarakatan. Dan tidak semua semua permohonan cuti bebas bersyarat, cuti bersyarat dan cuti menjelang bebas itu disetujui.

Sementara itu, di dua penjara yang ada di Tabalong, baik Rumah Tahanan (Rutan) Tanjung maupun Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjung, hingga saat ini tidak mempunyai bilik asmara.

Hal itu disampaikan Kepala Rutan Tanjung, S Hendra Budiman dan Kepala Lapas Tanjung, Teguh S, saat dikonfirmasi BPost secara terpisah, Senin (11/7/2016). "Tidak ada karena belum ada aturannya. Kami ikut aturan saja," kata Teguh.

Dia menuturkan, agar warga binaan tak begitu terpikirkan persoalan hasrat biologis, maka pihaknya memperbanyak kegiatan-kegiatan positif bagi warga binaan. Misalnya olahraga.
Sedangkan di Polres Balangan terdapat rumah tahanan (rutan), yang saat ini diisi 40 orang tersangka pelaku kejahatan.

Kabag Humas Polres Balangan, Aiptu Piktrus saat dikonfirmasi tentang keberadaan bilik asrama, menyatakan kepolisian tak mengenal istilah tersebut. "Jangankan untuk menyalurkan hasrat seks, bertemu pun harus didampingi petugas," kata dia.

Piktrus menyebut, tahanan di rutan maksimal 58 hari, setelah itu dipindah ke Lapas Amuntai. (tar/dny/elh)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help