BPost Edisi Cetak

Kepsek Terancam Sanksi Copot Bila Lakukan Perploncoan Siswa Baru

“Sekarang tegas dilarang (perploncoan), dan kepala sekolah yang tidak mengikuti peraturan bisa diberhentikan"

Kepsek Terancam Sanksi Copot Bila Lakukan Perploncoan Siswa Baru
dokumen
Baca BPost edisi, Rabu (13/7/2016) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Diah merupakan siswa baru sebuah sekolah favorit di Kota Banjarmasin. Seperti anak sebayanya, jelang masa orientasi sekolah (MOS) atau sekarang disebut pengenalan lingkungan sekolah (PLS), Diah merasa deg-degan. Perasaannya campur aduk antara takut dan senang.

“Takut kalau terjadi perploncoan berlebihan. Senangnya karena mulai masuk sekolah,” tutur remaja berusia 14 tahun ini, Selasa (12/7).

Bagi Diah, sebenarnya tak masalah ada perploncoan asal dalam batas wajar. Dia beralasan, dengan ada perploncoan menimbulkan kesan mendalam bagi siswa baru. Kenangan itu membekas dan asyik untuk diingat-ingat atau diceritakan bersama teman. “Tapi, asal dalam kewajaran. Kalau sampai hukuman fisik tetap tidak mendidik,” katanya.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menyiapkan sanksi tegas bagi sekolah yang masih menerapkan perploncoan pada masa orientasi siswa baru. Beragam sanksi telah disiapkan. Bahkan, kepala sekolah bisa diberhentikan jika tidak mengikuti beleid menteri Permendikbud No 18/2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Siswa Baru.

“Sekarang tegas dilarang (perploncoan), dan kepala sekolah yang tidak mengikuti peraturan bisa diberhentikan. Semua harus mengikuti,” tandas Mendikbud Anies Baswedan, di Jakarta, Senin (11/7).

Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Rabu (13/7/2016) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

Baca juga Metro Banjar edisi, Rabu (13/7/2016):


Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help