Ikut Seleksi Sekdako, Kepala Dispenda Kalsel Gustafa Yandi Siap Dites TNI

Sekretaris Pansel, Ahmad Husaini menjelaskan, nilai dari ekspose ini disimpan dulu. Sembari menunggu nilai dari tes kompetensi atau assesment.

Ikut Seleksi Sekdako, Kepala Dispenda Kalsel Gustafa Yandi Siap Dites TNI
banjarmasinpost.co.id/murhan
Hamli Kursani menyerahkan berkas pendaftaran Sekdako kepada panitia seleksi, Jumat (17/6/2016). 

BANJARMASINPOST, CO.ID, BANJARMASIN - Selama dua hari, para calon sekdako Banjarmasin menjalani ekspose tentang visi misinya di depan panitia seleksi (pansel). Rabu (13/7.2016) kemarin merupakan hari terakhir ekspose. Sembilan calon sekdako yang mendaftar sudah memaparkan visi dan misinya.

Seperti Gustafa Yandi, dia mendapat jatah menyampaikan visi misi di hari terakhir. Selama satu jam diberikan waktu yang terbagi 10 menit pemaparan dan sisanya dialog.

"Tadi waktu pemaparan terlalu sempit. Jadi tergesa-gesa memaparkan. Jadi tak bisa detil. Untungnya ada dialog," kata Kepala Dispenda Kalsel ini.

Setelah ini, dia siap mengikuti tes selanjutnya yakni assismen termasuk psikotes. "Jadi baca buku-buku soal psikotes lagi. Walaupun beberapa kali ikut psikotes seperti Diklat Pim," katanya.

Hal serupa dikatakan Hamli Kursani yang dapat jatah eskpose di hari pertama.

"Alhamdulillah sudah menjalani. Setidaknya ini jadi pengalaman. Jadi tidaknya itu soal takdir Allah," kata Asisten 1 Pemko Banjarmasin ini.

Sekretaris Pansel, Ahmad Husaini menjelaskan, nilai dari ekspose ini disimpan dulu. Sembari menunggu nilai dari tes kompetensi atau assesment yang digelar 19-20 Juli 2016. Dalam tes itu termasuk psikotes yang dilaksanakan Dinas Psikologi TNI AD.

Ada tiga materi yang diujikan. Hari pertama tes tertulis atau riksi pemeriksaan psikologi. Kemudian hari kedua tes wawancara dan diskusi.

"Setelah itu scoring yang digabung dengan nilai ekspose kemarin. Nah paling lambat 25 Juli 2016 sudah dijaring tiga besar calon sekdako," katanya.

Kemudian hasil penyaringan itu dilaporkan ke Komisi ASN lalu gubernur. "Ini bukan mencoret atau sejenisnya. Hanya memberi tahu sesuai atau tidak dengan ketentuan," katanya.

Proses selanjutnya adalah wali kota memilih dari tiga calon sekdako tersebut. "Wali kota boleh menahan dulu tak memilih untuk melihat respons publik," jelasnya. (ire)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved