BPost Edisi cetak

Tanbu Terapkan 5 Hari Sekolah, Orangtua Terpaksa Tambah Biaya

Sebenarnya, sejumlah sekolah swasta di Banua sudah menerapkan lima hari belajar, terutama sekolah-sekolah berbasis Agama Islam

Tanbu Terapkan 5 Hari Sekolah, Orangtua Terpaksa Tambah Biaya
dokumen
Baca BPost edisi, Jumat (15/7/2016) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Bupati Kabupaten Tanahbumbu Mardani H Maming membuat kebijakan mengejutkan. Terhitung semester ganjil tahun ajaran 2016/2017, Tanahbumbu menerapkan belajar 5 hari seminggu untuk SDN, SMPN, SMAN dan SMKN. Tanbu menjadi satu-satunya kabupaten dan kota di Banua menerapkan kebijakan itu untuk sekolah negeri.

Penerapan itu mengacu pasal 8 Kepmendiknas No 125/U/2002, bahwa sekolah dapat menyelenggarakan belajar 5-6 hari dalam sapekan. Mulai semester ini, secara serentak sekolah negeri di Tanbu melaksanakan surat edaran bupati tertanggal 13 Juli 2016.

Sebenarnya, sejumlah sekolah swasta di Banua sudah menerapkan lima hari belajar, terutama sekolah-sekolah berbasis Agama Islam (kecuali madrasah). Bahkan di Pulau Jawa, sudah banyak sekolah negeri menerapkan seperti di Jakarta dan kota-kota besar lainnya.

Namun, di Kabupaten Barito Kuala penerapan belajar lima hari dalam seminggu sangat berat untuk dilaksanakan.Tidak saja faktor guru, tapi juga kesiapan siswa. Pasalnya, sebaran siswa di wilayah Batola sporadis.

“Sangat berat dilaksanakan di Batola, sebab sebaran tempat tinggal siswa cukup jauh dari sekolah, dan sangat berbeda dengan di kota,” kata Rusmin, Kepala Sekolah SMAN 1 Alalak.

Dengan lima hari sekolah semuanya berubah. Untuk Senin sampai Kamis dari pukul 07.30 Wita sampai pukul 15.15 Wita, dan Jumat dari pukul 07.30 Wita sampai 14.15 Wita.

Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Jumat (15/7/2016) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

Baca juga Metro Banjar edisi, Jumat (15/7/2016):


Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help