Amankah Main Game "Pokemon Go"?

Permainan imajinatif berbasis peta menggunakan lokasi GPS (Global Positioning System) real dengan peta Google Maps yang dikombinasikan

Amankah Main Game
AFP PHOTO
Seorang wanita memegang ponsel saat dia memainkan game Pokemon Go di Taman Lafayette di depan Gedung Putih, Washington DC, Selasa (12/7/2016). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - 4 Juli 2016 merupakan hari peluncuran game "Pokemon Go" di Australia dan New Zealand. Disusul dengan peluncuran di Amerika Serikat pada 6 Juli 2016.

Permainan imajinatif berbasis peta menggunakan lokasi GPS (Global Positioning System) real dengan peta Google Maps yang dikombinasikan dengan karakter kartun yang sangat populer Pokemon, dibumbui dengan teknologi augmented reality (realitas yang disempurnakan) langsung meledak dan diserbu oleh tua-muda penggemar game.

Server Niantic, perusahaan pengembang Pokemon Go, sering megap-megap dan down karena tidak mampu mengatasi kelebihan permintaan akses dari penggunanya sampai saat artikel ini dibuat.

Ist Server Pokemon Go sering mengalami kelebihan permintaan dan sering "down".
Sebenarnya sebelum Pokemon Go, permainan berbasis GPS ini sudah diluncurkan oleh Niantic (anak perusahaan Nintendo) dengan nama Ingress di Play Store dan dapat dikatakan cukup berhasil karena diunduh oleh lebih dari 10 juta pengguna.

Namun, dibandingkan dengan Pokemon Go, keberhasilan Ingress menjadi tidak berarti, meskipun jika diperhatikan database peta dan lokasi yang digunakan oleh Pokemon Go menggunakan database peta yang pada dasarnya sama dengan Ingress.

Pemain Pokemon Go jauh melewati pengguna Ingres. Bahkan bisa dikatakan game Pokemon Go ini fenomenal dan berhasil mengubah gaya hidup pada gamer yang sebelumnya memiliki stereotipe malas bergerak dan hanya diam di tempat asyik dengan gadgetnya menjadi asyik bergerak berkelana mencari Pokemon kemana-mana.

Mungkin karena faktor nostalgia, karakter Pokemon yang sangat variatif dan lucu khas Jepang yang sudah lama akrab dengan para penggemar kartun dan para pemain game ini mendapatkan peran nyata menjadi pelatih Pokemon (Pokemon Trainer), maka pengguna Pokemon Go ini meledak.

Meskipun masih belum resmi diluncurkan di Indonesia, pengguna Pokemon Go aktif per 12 Juli 2016 sudah mendekati total pengguna Twitter dan dapat dipastikan akan melewati pengguna Twitter dalam waktu yang tidak terlalu lama. Lalu darimana pengguna smartphone Indonesia mendapatkan aplikasi Pokemon Go ?

Banyak pengguna iPhone yang mengakali dengan menggunakan akun Google berbasiskan alamat di negara yang sudah meluncurkan Pokemon Go seperti Amerika Serikat dan Australia sehingga bisa mengakses aplikasi, meskipun iPhone tersebut digunakan di Indonesia.

Lalu bagaimana dengan pengguna Android ? Seperti biasa pengguna Android memiliki pilihan untuk menjalankan paket APK dari luar Google Play.(Alfons Tanujay)

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved