Citizen Journalism

Warga Desa Kolam Kanan Protes Tidak Bisa Facebookan, "Anak Saya Tidak Mau Ngajarin"

“Saya sebenarnya ingin sekali bisa fecebook, namun anak saya tidak pernah mau ngajarin"

Warga Desa Kolam Kanan Protes Tidak Bisa Facebookan,
istimewa
Sejumlah warda desa Kolam Kanan Kecamatan Wanaraya, Kabupaten Barito Kuala (Batola) mengikuti kegiatan Sosialisai Internet Sehat dari mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) dari Fakultas MIPA dan Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarbaru di balai desa Kolam Kanan, Senin (18/7/2016). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Demi menaggulangi tindak kejahatan di dunia maya (cyber crime), Senin dan selasa (18-19/7/2016) Mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) dari Fakultas MIPA dan Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarbaru menggelar kegiatan "Sosialisai Internet Sehat" di balai desa Kolam Kanan Kecamatan Wanaraya, Kabupaten Barito Kuala (Batola).

Dengan mengangkat tema “Menjaga Keselamatan Anak di Internet”, kegiatan ini diadakan dua hari dengan peserta yang berbeda. Jika dihari pertama dihadiri orangtua anak, maka dihari kedua dihadiri remaja usia 12-19 tahun.

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa ULM kepada masyarakat dalam bentuk edukasi. Selain itu kegiatan ini juga sejalan dengan program pemerintah, yaitu revolusi mental yang sekarang sedang digalakkan.

"Indonesia bersih sebagai salah satu fungsinya, terasa sangat pantas dengan kegiatan ini karena penyampaiannya berisiskan pengetahuan cara aman menggunakan internet," kata mahasiswa ULM yang juga ketua panitia kegiatan, Gusti Rahmat Haryadi, Rabu (20/7/2016).


Sejumlah warda desa Kolam Kanan Kecamatan Wanaraya, Kabupaten Barito Kuala (Batola) mengikuti kegiatan "Sosialisai Internet Sehat" dari mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) dari Fakultas MIPA dan Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarbaru di balai desa Kolam Kanan, Senin (18/7/2016).

Untuk mewujudkan Indonesia bersih ini, papar Gusti, maka materi yang disampaikan saat sosialisasi terdiri dari pengenalan internet, pemanfaatan internet, potensi bahaya internet, serta bimbingan cara menjaga anak di dunia internet. "Materi itu sangat berguna karena penyalahgunaan maupun salah menggunakan internet bisa berakibat fatal bagi keselamatan diri, khususnya si anak," jelas dia kepada BPost Online.

Terdapat dua perbandingan dalam kegiatan ini, ungkap mahasiswa semester enam ini, karena perbedaan usia dan jaman. Jika anak jaman sekarang sudah mengetahui internet sejak awal (digital native) yang hampir setiap harinya selalu tidak pernah lepas dengan internet. Berbeda dengan pesertanya orang tua, mereka yang hadir sangat antusias mengikuti sosalisai, mereka sangat ingin mengetahui bagaimana penggunaan internet agar bisa mengawasi anaknya.

“Saya sebenarnya ingin sekali bisa fecebook, namun anak saya tidak pernah mau ngajarin,” keluh salah satu peserta.

Sebenarnya apa sih yang membuat mereka (anak) tidak mau mengajarin kami (orang tua) untuk bisa internetan? Apakah mereka takut kami akan meninggalkan tugas kami sebagai orang tua? Itu keluhan peserta lainnya yang langsung dijawab mahasiswa KKN, bahwa rasa ketakutan si anak akan diawasi orang tua menjadi hal terbesar, namun dengan adanya komunikasi dan terjun ke dunia anak menjadi solusi utamanya, sehinga anak bisa merasa nyaman bercerita dengan orang tua sepert dengan teman sendiri.

“Ini adalah salah satu langkah untuk pendekatan kepada mereka, mudahan para orang tua dan anak bisa saling bersama dan berbagi agar pengawasan anak bisa lebih mudah,” ujar Gusti lagi.

Seluruh mahasiswa KKN berharap, ucap Gusti, dengan adanya kegiatan ini, tindak kekerasan di dunia maya terhadap anak bisa dihindari karena penjegahannya sudah dikenalkan lebih dini terhadap anak. (Gusti Rahmat Haryadi/Mahasiswa MIPA ULM)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help