Masyarakat Kesulitan Komplain ke Kejagung

Ombudsman RI mencatat, dari Januari hingga Juli 2016 ada 58 kasus yang dilaporkan oleh masyarakat terkait kinerja Kejaksaan Agung. Laporan yang

Masyarakat Kesulitan Komplain ke Kejagung
Kompas.com/DIAN MAHARANI
Gedung Kejaksaan Agung RI, Jalan Hasanudin, Jakarta Selatan. 

BANJARMASINPOS.CO.ID, JAKARTA - Ombudsman RI mencatat, dari Januari hingga Juli 2016 ada 58 kasus yang dilaporkan oleh masyarakat terkait kinerja Kejaksaan Agung. Laporan yang terbanyak, menyoal penundaan perkara yang berlarut-larut.

Namun, hingga saat ini, kejaksaan belum secara transparan menyampaikan kepada publik yang bisa dilakukan jika mendapati laporannya berlarut.

"Ke mana mengadunya secara internal kejaksaan kalau itu terkait dengan oknum kejaksaan," ujar komisioner Ombudsman RI, Ninik Rahayu, dalam sebuah diskusi Bertajuk Catatan Reformasi Kejaksaan, di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (20/7/2016).

"Ini institusi kejaksaan tidak membuka unit complain analysis system di internal kejaksaan. Padahal banyak sekali masyarakat yang ingin juga mengadu secara internal ke kantor kejaksaan," tambah dia.

Menurut dia, perosalan ini harus segera diakomodasi oleh Kejaksaan Agung.

Tujuannya, agar masyarakat yang ingin melapor ke kejaksaan tahu yang harus dilakukannya jika menemui oknum bermasalah.

"Kan orang enggak gampang ya lapor ke kejaksaan. Kalau dia ke gedung kejaksaan, ke sebelah mana dia mengadu," kata dia.

Editor: Ernawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved