Lanal Balikpapan Turunkan Tim Survei Bangun Pos Pengamanan di Sungai Mahakam

Merespon keinginan orang nomor satu di Kaltim, Awang Faroek Ishak terkait penambahan pos pengamanan di sepanjang alur Sungai Mahakam

Lanal Balikpapan Turunkan Tim Survei Bangun Pos Pengamanan di Sungai Mahakam
TribunKaltim/FachriRamadhani
Danlanal Letkol Laut (P) Irwan S.P. Siagian disambut prajurit Lanal Balikpapan, Minggu (5/6). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BALIKPAPAN - Merespon keinginan orang nomor satu di Kaltim, Awang Faroek Ishak terkait penambahan pos pengamanan di sepanjang alur Sungai Mahakam akibat maraknya tindakan pemalakan yang terjadi belakangan, Danlanal Balikpapan Letkol Laut (P) Irwan S.P. Siagian menyambut positif hal tersebut dengan segera mengirim tim survei.

"Iya betul, itu permintaan Pak Gubernur. Tentu Lanal akan menindaklanjuti hal tersebut," kata Irwan kepada Tribun.

Keamanan sungai dengan panjang sekitar 920 kilometer di Kalimantan Timur tersebut masih menjadi tanggung jawab Lanal Balikpapan dari sisi keamanan perairan.

Dalam waktu dekat pihaknya akan mengirim tim survey untuk menganalisa situasi dan kondisi di sepanjang alur Sungai Mahakam.

"Tentunya ada prosedur yang mesti dilakukan, tidak ujuk-ujuk langsung dibangun. Pada prinsipnya tentu ada pertimbangan strategis," tuturnya.

Dibeberkannya, dari informasi yang diperoleh usai bertemu dengan Gubernur beberapa waktu lalu, intensitas pemalakan cukup tinggi di sepanjang alur sungai Mahakam.

"Informasi dari Pak Awang, hampir tiap minggu ada laporan pemalakan. Makanya kita perlu kirimkan anggota ke lapangan. Sasaran para pemalak itu kapal apa? Apakah semua kapal, tanpa melihat kapal penumpang atau kapal tongkang atau batu bara atau bagaimana," paparnya.

Perlu diketahui, dari hulu aliran Sungai Mahakam melintasi wilayah Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Kutai Kartanegara, sementara Kota Samarinda di bagian hilirnya. Dengan luas sekitar 149.277 km2 TNI AL hanya memiliki 2 Pos Angkatan Laut (Posal) yakni Posal Anggana dan Muara Segah.

Menurutnya, 2 pos tersebut tentu belum bisa mengcover keseluruhan sungai yang menjadi penopang jalur perekonomian Kaltim. Bisa dikatakan belum pada jumlah yang ideal.

"Kemarin gubernur minta ada pos di hulu, saat ini memang belum ada. Makanya sedang kita upayakan," ungkapnya.

Ditegaskan Irwan, pada prinsipnya pihaknya akan menyelaraskan apa yang menjadi keinginan pemerintah dengan mempertimbangkan segala aspek, mulai dari lokasi, sarana, dan prasarana.

"Sudah menjadi tugas kami mendukung dan menjaga stabilitas keamanan perairan demi tercapainya program pemerintah daerah," ujarnya.

Editor: Ernawati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help