Eksekusi Mati

Eksekusi Terhadap 10 Terpidana Mati Menyusul

jenazah Freddy akan dibawa ke Surabaya, Doctor ke Banyumas, dan dua lainnya akan dibawa ke Nigeria sesuai tempat asalnya.

Eksekusi Terhadap 10 Terpidana Mati Menyusul
KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA
Satu jam sebelum pelaksanaan eksekusi kondisi di Pelabuhan Wijayapura semakin ramai didatangi warga setempat, Kamis (28/7/2016) malam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, CILACAP - Proses eksekusi yang rencananya akan dilakukan terhadap 14 terpidana mati tidak bisa berlangsung sepenuhnya. Jumat (29/07/2016) pukul 00.45, proses eksekusi hanya dilakukan terhadap empat orang terpidana mati saja.

Mereka yaitu Freddy Budiman, Seck Osmane asal Senegal, Michael Titus Eighweh (Nigeria), dan Humphrey Ejike alias Doctor (Nigeria).

Menurut Jaksa Muda Tindak Pidana Umum (Jampindum), Noor Rachmad, pemilihan keempat terpidana yang akhirnya dieksekusi itu lewat pertimbangan komprehensif dan mendalam.

"Memang dari pertimbangan hukum, masing-masing (dari empat terpidana mati yang dieksekusi itu) dua kali sudah mengajukan PK (Peninjauan Kembali) dan ditolak," kata Noor Rachmad, saat menggelar jumpa pers di Dermaga Wijaya Pura, Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (29/07/2016) pukul 02.00.

Noor Rachmad menjelaskan bila jenazah Freddy akan dibawa ke Surabaya, Doctor ke Banyumas, dan dua lainnya akan dibawa ke Nigeria sesuai tempat asalnya.

Lalu, kapan proses eksekusi 10 terpidana lainnya?

"Dengan kajian hukum yang ada, sejauh ini ada cuma empat saja (terpidana mati yang dieksekusi). Lainnya (terpidana mati) akan dilakukan pada tahap selanjutnya dan nanti akan diinformasikan," ujarnya.

Saat jumpa pers, Noor Rachmad didampingi Kapolda Jateng Irjen Chondro Kirono. Hujan deras dan petir masih berlangsung ketika Noor Rachmad menggelar jumpa pers di Dermaga Wijaya Pura. (*)

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help