Eksekusi Mati

Merri Utami Menangis Telepon Ayahnya

Siswandi hidup seorang diri di salah satu unit Rusunawa Semanggi, Pasar Kliwon, Solo. Hingga kini ia masih menderita stroke sejak mengetahui Merri

Merri Utami Menangis Telepon Ayahnya
TRIBUNJOGJA
Beberapa aktivis perempuan yang mengatasnamakan dari PMII dan Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) melakukan aksi untuk menyelamatkan Merri Utami dari eksekusi mati di depan portal jalan menuju Dermaga Wijaya Pura, Kamis (28/7/2016). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SOLO - Siswandi (70), ayah kandung terpidana hukuman mati, Merri Utami (42) telah lama tidak bertemu dengan putrinya. Meski begitu, dirinya tetap berhubungan meski hanya lewat ponsel.

“Terakhir, dia (Merri) nelpon pas lebaran kemarin. Dia minta maaf sambil nangis. Suaranya berat, seperti tidak akan bertemu lagi,” terang Siswandi seperti ditayangkan Liputan 6 Siang SCTV.

Saat itu, dirinya belum mendengar perihal eksekusi mati yang akan dilakukan. Merri juga tidak mengatakan apa pun tentang masalah yang dihadapi.

Kemarin, Siswandi masih sempat berharap pemerintah mau memberikan grasi di detik-detik terakhir. “Semoga ada keajaiban, Pak Jokowi mau memberikan grasi kepada anak saya,” harapnya, Kamis (28/7).

Siswandi hidup seorang diri di salah satu unit Rusunawa Semanggi, Pasar Kliwon, Solo. Hingga kini ia masih menderita stroke sejak mengetahui Merri dipenjara karena kasus narkoba.

Menurut petugas kebersihan Rusunawa Semanggi, Sukirno alias Gendon, Siswandi kini enggan menemui awak media lagi.

"Pak Siswandi sudah pesan sama saya kalau ada wartawan suruh bilang tidak mau ditemui," kata Gendon saat ditemui di Rusunawa Semanggi.

Dia mengatakan, Siswandi menempati Rusunawa sejak tahun 2012.

Saat pertama kali masuk dirinya yang mendaftarkan. Pasalnya, tidak ada satupun anggota keluarga bahkan anaknya yang mengantarkan Siswandi ke Rusunawa. "Tidak ada anggota keluarganya yang menemani di sini," jelasnya.

Menurutnya, Siswandi mempunyai tujuh anak. Salah satunya adalah Merri Utami, terpidana mati kasus penyalahgunaan narkoba. "Sekarang Pak Siswandi tidak bisa apa‚ÄĎapa karena sedang stroke," ujar Gendon.

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help