Ketua PNTI HE Purnomo: Nelayan Jangan Mengeluh, Ada Jalan Keluar!

Nelayan-nelayan tradisional Indonesia tidak perlu mengeluh terkait dengan kelangkaan BBM saat akan melaut yang sering dialami kesehariannya.

Ketua PNTI HE Purnomo: Nelayan Jangan Mengeluh, Ada Jalan Keluar!
istimewa
Ketua Umum Persatuan Nelayan Tradisional Indonesia (PNTI), HE Purnomo saat menjelaskan alat converter yang mampu menjadikan gas melon (3 kg) memiliki kemampuan melaut selama 14 jam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Nelayan-nelayan tradisional Indonesia tidak perlu mengeluh terkait dengan kelangkaan BBM saat akan melaut yang sering dialami kesehariannya.

Persatuan Nelayan Tradisional Indonesia (PNTI) telah berhasil melalui risetnya membuat alat converter menjadikan gas elpiji melon (3 kg) digunakan untuk melaut selama 14 jam. Jika menggunakan alat converter ini, hal itu berarti menghemat 25 liter BBM.

Demikian ditegaskan oleh Ketua Umum PNTI, HE Purnomo dalam acara halal bihalal di Jakarta, Sabtu malam (30/7).

Dalam halal bihalal tersebut oleh Purnomo ditunjukkan juga cara kerja mesin converter tersebut kepada para hadirin.

Hadir dalam acara tersebut antara lain Perwakilan Papua, Papua Barat, Maluku Utara, Sulwaesi, Indramayu dan Pandeglang. Hadir juga para tokoh PNTI termasuk Dewan Pembina Laksda TNI (Pur) Heru Srihanto, Dewan Penasehat Mayjen TNI (Pur) O. Sudjatmiko serta AM Putut Prabantoro dan perwakilan BPJS pusat Haryani.

Dalam penjelasannya, Purnomo menegaskan bahwa, masalah utama yang dihadapi nelayan tradisional dalam melaut adalah kelangkaan BBM karena sulit didapat.

Kelangkaan BBM ini seharusnya dapat diatasi dengan menyediakan pasokan yang cukup mengingat nelayan tradisional harus beberapa hari di laut untuk mendapatkan tangkapannya.

“Namun kita semua tahu, bahwa penyediaan stok yang cukup itu mempunyai kendala dan itu sudah terjadi bertahun-tahun. Sehingga adalah penting bagi sebuah organisasi nelayan untuk membantu para anggotanya untuk ikut menyelesaikan persoalan dasar yang dihadapi,” ujar Purnomo.

Menurut Purnomo, sebagai organisasi, PNTI memang memiliki tujuan utama meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Kesejahteraan itu harus dicapai dalam proses hulu dan hilir termasuk di dalamnya adalah meningkatkan kesejahteraan melalui penghematan BBM.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help