Ada Oknum Mengaku BNN Minta CCTV di Ruangan Freddy Budiman Dilepas?

Salah satunya, terkait adanya permintaan dari oknum BNN yang meminta agar kamera pengawas di tempat ia ditahan di Nusakambangan, dilepas.

Ada Oknum Mengaku BNN Minta CCTV di Ruangan Freddy Budiman Dilepas?
KOMPAS.com/Nabilla Tashandra
Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, I Wayan Dusak di Kantor Kementerian Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Jakarta, Senin (6/6/2016) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM I Wayan Dusak mengaku telah meminta klarifikasi kepada mantan Kepala Lapas Nusakambangan, Sitinjak, mengenai adanya dugaan keterlibatan oknum Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan terpidana mati kasus narkotika Freddy Budiman.

Menurut Wayan, Sitinjak mengakui bahwa pada saat ia menjadi kepala Lapas, terdapat permintaan dari oknum yang mengaku sebagai petugas BNN kepada salah satu pegawai di Lapas Nusakambangan.

Dirjen PAS Akui Ada Oknum Mengaku BNN Minta CCTV di Ruangan Freddy Budiman Dilepas

"Nah, ini yang belum tahu, kan bisa saja ada yang mengaku BNN, ini perlu ada pendalaman," kata Wayan Dusak di Gedung Kemenkumham, Jakarta, Selasa (2/8/2016).

"Ini kewenangan BNN dan kepolisian kalau memang benar seperti itu, dan harus bisa dibuktikan juga," ujarnya.

Menurut Wayan, tim dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan sedang melakukan investigasi terkait dugaan tersebut.

Sebelumnya, Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar, mengungkap pengakuan Freddy Budiman terkait keterlibatan sejumlah penegak hukum dan petugas dari lembaga negara dalam bisnis narkotika yang ia kendalikan.

Salah satunya, terkait adanya permintaan dari oknum BNN yang meminta agar kamera pengawas di tempat ia ditahan di Nusakambangan, dilepas.

Kepala Bagian Humas BNN Komisaris Besar Slamet Pribadi mengatakan, BNN akan menindak tegas kalau ada oknum anggotanya terlibat dalam bisnis narkoba Freddy.

"Jika terbukti, oknum BNN membantu Freddy Budiman dalam melancarkan bisnis narkobanya, maka BNN akan memberikan sanksi yang tegas dan keras sesuai dengan aturan hukum yang berlaku," kata Slamet. (Kompas.com)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help