Ini Faktor yang Membuat Eksekusi 10 Terpidana Mati Ditunda

Opini yang berkembang dalam masyarakat terkait eksekusi mati, masuk dalam pertimbangan pihak Kejagung.

Ini Faktor yang Membuat Eksekusi 10 Terpidana Mati Ditunda
net
ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Kejaksaan Agung mengakui penundaan eksekusi 10 terpidana mati kasus penyalahgunaan narkoba yang seharusnya masuk dalam tahap III karena faktor non-yuridis.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Noor Rachmad menyebutkan opini yang berkembang dalam masyarakat terkait eksekusi mati, masuk dalam pertimbangan pihaknya.

"Namanya juga kita hidup bermasyarakat harus mendengarkan aspirasi masyarakat," kata Noor Rachmad di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (2/8/2016).

Jelang waktu para terpidana akan dihadapkan dengan juru tembak, Noor Rachmad menuturkan banyak elemen dari masyarakat yang mengajukan keberatan langsung ke pihaknya.

Hal itu, disebut Noor, keseluruhannya mendapat perhatian dari Kejaksaan. Terlebih ada masyarakat yang mereka nilai harus mendapat perhatian.

"Terlebih orang yang memberikan (keberatan) itu merupakan orang yang memang harus didengar," katanya.

Meski demikian, Noor Rachmad tidak menjawab secara jelas jika surat Presiden Republik Indonesia ketiga BJ Habibie termasuk dalam masyarakat yang keberatan.

Editor: Yamani Ramlan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help