Rektor IAIN Pastikan Tak Ada Hukuman Fisik

Namanya juga pengenalan kampus, para mahasiswa baru akan dijejali dengan berbagai materi seputar perkuliahan.

Rektor IAIN Pastikan Tak Ada Hukuman Fisik
Istimewa
Rektor IAIN Palangkaraya Ibnu Elmi AS Pelu menyematkan topi kepada perwakilan peserta Orientasi Pengenalan Kampus (Opak), Selasa (9/8/2016). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Sebanyak 606 mahasiswa baru IAIN Palangkaraya, sejak Selasa (9/8/2016), mengikuti Orientasi Pengenalan Kampus (Opak).

Sampai Sabtu (13/8/2016), mereka akan digodok dengan berbagai materi terkait kehidupan di perguruan tinggi Islam terbesar di Kalteng.

Namun seperti yang ditetapkan dalam aturan pemerintah, pelaksanaan Opak ini dipastikan tidak ada tindakan perploncoan. Bahkan para mahasiswa senior juga dilarang untuk memberlakukan hukuman fisik bagi mahasiswa baru yang melakukan kesalahan.

"Saya sudah tegaskan, tidak ada perploncoan. Kalaupun ada yang harus dihukum karena terlambat masuk atau lainnya, tindakan yang diberikan lebih bersifat menggali potensi atau bakat," kata Rektor IAIN Palangkaraya Ibnu Elmi AS Pelu.

Namanya juga pengenalan kampus, para mahasiswa baru akan dijejali dengan berbagai materi seputar perkuliahan. Ini dianggap penting, mengingat kampus merupakan lingkungan baru yang berbeda dengan kehidupan di sekolah.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Harles, menyebut selama beberapa tahun mereka juga tidak memberlakukan hukuman fisik kepada mahasiswa baru dalam Opak.

Ini ditandai dengan tidak adanya mahasiwa peserta Opak yang disuruh mengenakan atribut 'konyol' selama kegiatan.

"Tak hanya hukuman fisik, kontak fisik pun tidak diperbolehkan," timpal Harles.

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help